• Sabtu, 3 Oktober 2026
Berita Terbaru

Hubungan Industrial yang Efektif dan Produktif pada Sektor Kelapa Sawit di Kalimantan Barat

JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Efektivitas Sistem Bipartit dan Mediasi Dalam Penyelesaian Hubungan, berlangsung di Hotel Mercure Pontianak, Selasa 6 Februari 2024.

Kegiatan ini juga membahas Lokalatih Dialog Sosial Untuk Hubungan Industrial yang Efektif dan Produktif pada Sektor Kelapa Sawit di Kalimantan Barat.

Ketua GAPKI Cabang Kalimantan Barat, Purwati Munawir, mengungkapkan kegiatan ini nantinya akan diisi dnegan kegiatan pelatihan.

“Ini kegiatan pelatihan, supaya bagaimana keharmonisan tenaga kerja dengan pihak industri tetap terjaga,” katanya.

Dirinya menyebut, industri jika tanpa adanya tenaga kerja juga tidak akan berjalan, maka dari itu pihaknya mengadakan pelatihan-pelatihan tenaga kerja dan pengusaha agar dapat mengerti dan memahami apa kewajiban dan hak-haknya masing-masing.

“Sebagaimana kita maklumi bahwa komoditi sawit telah berperan strategis bagi perekonomian nasional maupun daerah terutama berkontribusi dalam penerimaan devisa, ketahanan pangan dan energi nasional,” jelasnya.

Menurutnya komoditi ini telah berperan nyata dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Membuka isolasi daerah (pedesaan) yang tadinya relatif sulit dijangkau, kemudian tumbuh dan berkembangnya pusat ekonomi baru di pedesaan.

“Kalimantan Barat telah berhasil memposisikan daerah ini sebagai salah satu sentra sawit nasional dimana saat ini luas areal yang ditanam mencapai 2,05 juta hektar; dengan komposisi pengelolaan sekitar 30 ribuan hektar (1 persen) dikelola oleh Perusahaan Negara (PTPN ), dikelola oleh Perkebunan Swasta (PBS/337 PERUSAHAN) seluas 1,4 juta hektar (69 persen) dan dikelola oleh masyarakat pekebun / perkebunan rakyat seluas 600 ribu hektar (30 persen),” jelasnya.

Sejalan dengan itu, dijelaskannya dalam rangkaian proses produksi, keberadaan pabrik pengolahan sawit saat ini telah tersedia sebanyak 127 unit pks yang siap mengolah sawit yang ada saat ini sekitar 5.520 ton tbs/jam.

Pengurus GAPKI Pusat Bidang Pengembangan SDM, Memet Kosashi juga menyampaikan program lokalatih ini juga mengedepankan dialog sosial.

“Tentu kita mengedepankan dialog sosial, sehingga permasalahan apapun bisa diselesaikan dengan berdialog dan kita harapkan tidak terjadi eskalasi yang lebih seperti mogok kerja atau demo,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, ia juga berharap dapat terciptanya harmonisasi dan saling menerima antara karyawan dan pihak perusahaan.

“Dengan adanya kegiatan ini mereka bisa bertemu dan berdialog, sehingga saling mengerti dan mendapatkan jalan tengahnya,” jelasnya.

Menurutnya, dengan berdialog dan harmonisasi maka akan meningkatkan produktifitas perusahaan dan berkelanjutan.

“Selesaikan masalah dengan berdialog. Jika tidak bisa baru menggunakan mekanisme industrial,” pungkasnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar, Hermanus juga hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya.

“Kami mewakili Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh GAPKI Kalbar tentang kegiatan Lokalatih Dialog Sosial Untuk Hubungan Industrial yang Efektif dan Produktif pada Sektor Kelapa Sawit yang berkelanjutan,” jelasnya.

“Tentu kita berharap hubungan industrial ini bisa kita wujudkan dengan lebih baik, karena jika tidak maka ini akan sulit berkelanjutan perusahaan-perusaaahn termasuk perusahaan kelapa sawit,” tambahnya.

Menurutnya kegiatan ini juga merupakan bagian dari prepentif, upaya pencegahan bagaimana mensosialisasikan dan mengingatkan tentang apa yang menjadi hak dan kewajiban.

“Tentu ini akan memperjelas apa yang menjadi kewajiban oleh perusahaan perkebunan untuk dapat memberikan hak-hak para pekerja, kepentingan para pekerja, kemudian mereka juga harus memperhatikan kesejahteraan para pelerja termasuk mengikutsertakan para pekerja kedalam janiman sosial kemudian mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) itu juga upaya mewujudkan hubungan industrial,” katanya.

Sebaliknya juga, dijelaskannya kepada para pekerja juga harus memiliki kewajiban untuk bekerja dengan lebih baik.

“Artinya mereka juga harus produktif, ini yang kita harapkan bersama,” ucapnya.

Dengan ini dirinya juga berharap ketika adanya persoalan atau permasalahan, penyelesaiannya mampu dilakukan secara bipartit.

“Kalau ini bisa diwujudkan maka tercipta hubungan yang lebih harmonis. Hubungan harmonis inilah yang menjadi modal utama kita, untuk bisa memberikan peran dan kontribusi yang besar terutama peningkatan devisa bagi negara kemudian menciptakan lapangan pekerjaan, membuka keterisolasian daerah dan lain-lain,” jelasnya.

Menurutnya, peran perusahaan kelapa sawit ini sangat besar dan harus didorong tidak hanya dari segi ekonomi tapi sosial yang harus dijaga secara bersama.

“Kalau mampu kita wujudkan melalui hubungan yang lebih baik dan suasana kondusif ini mampu memberikan sisi positif kemajuan Provinsi Kalimantan Barat,” ujarnya.

Projek Koordinator International Labour Organization (ILO), Yunirwan Gah juga menyampaikan, dengan adanya kegiatan kolaborasi bersama GAPKI dan International Labour Organization (ILO) ini, ingin mendorong agar pengusaha dan serikat buruh bisa lebih memahami prinsip-prinsip yang terkait dengan dialog sosial.

“Kemudian mendorong agar hubungan industrial yang lebih harmonis ditempat kerja khususnya industri kelapa sawit,” jelasnya.

“Yang terpenting saat ini bagaimana Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) agar lebih digaungkan lagi,” tutupnya.

Sumber: gapki.id

Artikel Terkait