Jakarta, SAWIT INDONESIA – Seruan #KontribusiAjaDulu disampaikan oleh CEO CV. Smart Batik, Miftahudin Nur Ihsan. Hal tersebut diutarakan saat memaparkan materi di acara Workshop dan Fieltrip dengan tema ‘Pemberdayaan UMKM Guna Mendukung Pemanfaatan Produk Turunan Kelapa Sawit’ yang diadakan Politeknik LPP Yogyakarta dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
“Mari teman-teman kita upayakan yang terbaik, kontribusi yang terbaik. Kita tahu, kondisi saat ini sedang tidak stabil. Jangan tambah masalah dengan terus mengeluh, yuk kita terus berpikir positif dan terus berinovasi sambil kita doakan kebijakan kedepan akan lebih baik. Daripada #KaburAjaDulu mending #KontribusiAjaDulu,” ujar Miftahudin Nur Ihsan, pada Kamis (26 Februari 2025), di Yogyakarta.
#KontribusiAjaDulu menjadi antitesis dari #KaburAjaDulu yang beberapa waktu sebagai respon dari anak-anak muda produktif yang merasa terbebani oleh tuntutan hidup.
#KontribusiAjaDulu menjadi motivasi yang diberikan oleh CEO CV. Smart Batik kepada para peserta Workshop dan Fieltrip yang diikuti sebagian besar anak-anak muda (mahasiswa), pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan dosen dari beberapa perguruan tinggi di Yogyakarta. Agar tetap semangat dan bisa berkontibusi sesuai dengan porsi dan posisinya tentu dengan tujuan untuk pemberdayaan dan peningkatan UMKM berbasis sawit.
Pada kesempatan itu, Ihsan yang pernah menjadi Delegasi Indonesia pada Kegiatan Inovation Festival Suzhou, China 2024, menceritakan pengalamannya dalam membangun usaha batik inovatifnya termasuk perjalanan selama memanfaatkan lilin batik dari sawit.
Bermula berjualan batik dengan menjadi reseller untuk keinginannya membantu perekonomian keluarganya. Namun, seiring berjalannya waktu keinginan berwirausaha terus tumbuh. Hingga memberanikan diri membuat motif-motif batik sendiri.
Berawal dari motif batik bertema pendidikan, hal ini sesuai dengan latar belakang pendidikannya yaitu Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Kini, Ihsan sudah memiliki lebih dari 200 motif batik. Dari pengalaman wirausahanya, kemudian mendapat amanah untuk studi lanjut menggunakan beasiswa LPDP di jurusan Magister Manajemen Universitas Gajah Mada (UGM) dan berhasil menjadi salah satu lulusan terbaik pada konsentrasi Entrepreneurship.
Selanjutnya, Ia berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) untuk turut mengembangkan batik sawit yang sampai dengan hari ini menjadi produk unggulan di Smart Batik.
“Saat ini Smart Batik telah dapat menjadi perantara rezeki untuk lebih dari 60 pembatik di pedesaan. Melalui skema kerja sama yang dibangun, Smart Batik juga telah ikut membantu mengembangkan banyak asosiasi guru di Indonesia dengan memberikan sharing profit dari penjualan batik untuk kemajuan asosiasi guru,” ungkap Ihsan.
Penerima Penghargaan Pemuda Berprestasi dari Gubernur Provinsi DIY 2024 ini kemudian mengajak seluruh peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, mahasiswa dan dosen untuk terus berpikir positif dan terus berkontribusi khususnya di sektor UMKM. “Hal itu jauh lebih baik daripada kebanyakan mengeluh dan menyalahkan pemerintah,” kata Ihsan.
UMKM adalah sektor kunci dalam ketahanan ekonomi Indonesia. Meskipun skalanya masih kecil, tetapi jumlahnya sangat banyak.Data Kementerian Koperasi dan UKM 2023 menunjukkan kontribusi UMKM mencapai 61% Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dengan serapan tenaga kerja 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.














