Banjarmasin, SAWIT INDONESIA - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalsel, Suparmi menjelaskan harga TBS sawit tetap menunjukkan tren positif di akhir Februari 2026.
"Kelompok umur 10-20 tahun tetap konsisten sebagai penghasil harga tertinggi, mencapai Rp3.437,73 per kilogram pada akhir Februari 2026," jelas Suparmi
Berdasarkan rekapitulasi data Disbunnak Kalsel, tahun 2025, puncak terjadi pada awal tahun di Januari 2025, yang mencatat harga tertinggi di angka Rp3.550,69/kg untuk kelompok umur 10-20 tahun.
Sementara itu, titik terendah pada Juli (Rp3.062,96/kg) seiring dengan penurunan indeks K dan harga CPO global, namum harga kembali menguat di kuartal keempat, menembus angka Rp3.500-an pada akhir tahun.
Indikator Pasar Utama, harga CPO berada di kisaran Rp14.365,44 (Feb P2), harga Inti Sawit mengalami lonjakan signifikan ke titik tertinggi Rp12.392,61, dan Indeks K terjaga stabil di level 91,55%.
Stabilitas Indeks K dan penguatan harga komoditas pendukung (CPO & Inti Sawit) menjadi faktor utama yang menjaga optimisme pasar sawit di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2026 ini. Stabilitas ini jadi modal berharga untuk menjaga margin pendapatan petani kita tetap terjaga.
“Membaiknya harga TBS Kelapa Sawit berkontribusi pada naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) Perkebun yang tahun 2025 mencapai 149,31 % sebagai indikator peningkatan kesejahteraan pekebun termasuk pekebun kelapa sawit,” pungkas Suparmi.














