• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Hai Sawit Indonesia dan BPDP Dukung Pemanfaatan Produk Olahan Sawit Bagi Pelaku UKM di Jawa Timur

Jember, SAWIT INDONESIA — Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pengembangan usaha kecil dan mikro berbasis kelapa sawit, Hai Sawit Indonesia menyelenggarakan kegiatan pelatihan UKMK Sawit Provinsi Jawa Timur, di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) Jember, pada akhir Juli 2025.

Kegiatan ini mengusung tema "Diversifikasi Produk UKMK Kelapa Sawit dan Pembentukan UKMK Sawit Provinsi Jawa Timur" dengan dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan bekerja sama dengan Dinas Koperasi & UMKM Kabupaten Jember serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka).

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkuat kapasitas pelaku UKM sawit dalam mengembangkan produk olahan turunan kelapa sawit yang bernilai tambah, sekaligus membentuk kelembagaan usaha yang lebih solid dan profesional di tingkat lokal.

Direktur Utama Hai Sawit Indonesia, M. Danang MRQ, menyampaikan UKMK Sawit memiliki potensi besar yang harus terus didorong dan dukung.

"Dukungan yang kami wujudkan yaitu melalui Aplikasi Hai Sawit. Aplikasi ini hadir sebagai jembatan digital untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan literasi digital, dan menjadi etalase online produk-produk unggulan UKMK. Melalui kolaborasi dan teknologi, kita percaya UKMK Sawit bisa naik kelas dan bersaing secara nasional bahkan global," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

Kegiatan yang diinisiasi Hai Sawit Indonesia, mendapat sambutan positif dari pemerintah Kabupaten Jember, yang disampaikan Totok Sugiharto, S.E., M.M., selaku Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember.

"Sebagai salah satu daerah penghasil sawit, Jember memiliki potensi besar yang perlu terus digali dan dikembangkan. Inovasi pengombinasikan cokelat dengan bahan dasar berbasis sawit adalah langkah cerdas yang dapat membuka peluang usaha baru bagi UKMK," katanya.

"Saya berharap, setelah pelatihan ini, para pelaku UKMK mampu menciptakan produk-produk inovatif yang bisa mengangkat nama Jember hingga ke kancah nasional dan internasional," imbuh Totok.

Sambutan baik juga disampaikan pihak Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka). "Kami merasa terhormat dapat menjadi bagian dari program pemberdayaan UKMK sawit ini. Sinergi antara lembaga penelitian, pelaku UKMK, pemerintah, dan sektor pendukung lainnya sangat penting untuk mewujudkan hilirisasi sawit yang konkret dan berkelanjutan. Kami membuka pintu untuk kolaborasi selanjutnya," tutur Edy Suharyanto, S.T.P., M.P, Kepala Sub Bagian Produksi Alsin dan Produk Hilir Puslitkoka - Jember.

Pada pelaksanaan kegiatan yang dikemas melalui talkshow ini, beragam materi disampaikan antara lain Kemitraan UKMK Perkebunan dan Peluang Kolaborasi Pengembangan UKM Sawit, Kakao & Kelapa dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Konektivitas Ekonomi dan Peran UMKM Dalam Transformasi Sektor Perkebunan Berkelanjutan dari Sekretariat Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan, serta materi pemanfaatan teknologi digital (aplikasi) yang disampaikan dari Hai Sawit Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah BPDP, Helmi Muhansyah, menyampaikan untuk semakin menjamin pengembangan perkebunan kelapa sawit, kakao, dan kelapa secara berkelanjutan, diperlukan strategi nasional yang ditunjang oleh pengelola dana pengembangan perkebunan yang berkelanjutan.

"BPDP telah mengembangkan berbagai produk UKMK berbasis sawit melalui program kemitraan UKMK. Antara lain rompi anti peluru berbahan baku serat tandan kosong kelapa sawit (TKKS), helm dari limbah serabut sawit, malam batik sawit, benang pilin dan kain dari tandan sawit kosong, minyak sawit untuk kedaulatan tinta, bioavtur sawit, bioaspal dari limbah B3 industri oleokimia, coating buah berbasis sawit, multipurpose balm, lemak kalsium sawit, dan produk-produk inovatif lainnya," ujarnya.

Selain itu, kata Helmi, BPDP juga aktif mendukung para UKMK untuk bisa mengikuti berbagai pameran dan kegiatan bermanfaat lainnya. Upaya ini merupakan bentuk nyata dari upaya BPDP dalam mendorong hilirisasi dan pemberdayaan UKMK sawit agar lebih berdaya saing dan bernilai tambah tinggi.

Sekretariat Komite Pengarah BPDP, Syauqi Ahmada menambahkan transformasi sektor perkebunan berkelanjutan memerlukan peran aktif UKMK.

"Terutama dalam konteks hilirisasi, digitalisasi, dan penguatan konektivitas ekonomi. Pemerintah melalui berbagai kebijakan strategis terus mendorong UKMK untuk menjadi bagian integral dari rantai pasok industri perkebunan nasional," ucapnya.

"Bahwa peningkatan daya saing UKMK dapat dicapai melalui integrasi teknologi digital, perluasan pasar ekspor, dan dukungan insentif kebijakan fiskal," sambung Syauqi.

Selain mendapatkan materi, peserta juga mendapatkan sesi praktik dan kunjungan lapangan. Hal ini untuk memberikan wawasan adanya produsen cokelat dengan substitusi sawit.

Artikel Terkait