• Rabu, 30 September 2026
Berita Terbaru

Hai Sawit dan BPDP Kembangkan Desa Wisata Kelawi di Lampung Selatan Melalui Program Dukungan UMKM Sawit

Lampung Selatan, SAWIT INDONESIA – Dalam rangka mendorong dan menumbuhkan usaha masyarakat dan memperkuat hilirisasi sawit, Hai Sawit Indonesia bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) membuka kegiatan Desa Wisata Eps. Lampung: Program Dukungan UMKM Sawit Untuk Desa Kelawi (Pantai Minangrua). Hal ini bertujuan untuk memperkuat hilirisasi sawit dan pemberdayaan UMKM di kawasan wisata unggulan di wilayah Lampung Selatan.

Kegiatan berlangsung di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, menjadi langkah nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendukung UMKM, komunitas desa wisata, serta mitra industri sawit untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal berbasis produk turunan sawit dan ekowisata.

Secara resmi acara dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Bobby Irawan, S.E., M.Si., yang sekaligus meresmikan rangkaian program dukungan UMKM sawit di Desa Kelawi.

Acara ini turut dihadiri Didik Prayitno, S.Kom., M.IP., M.S.Ak selaku Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung; Helmi Muhansyah selaku Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP; Ahmad Heru Oktafa, S.STP., M.IP selaku Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan; Saiman Alex Chandra selaku Ketua Pokdarwis Desa Kelawi, M. Gema Aliza Putra selaku Direktur Utama PT Daya Guna Lestari, Agus Bayu selaku Direktur Utama Galeri Rotan Abayn, Aprilia Goverty N. A. selaku Manager Relation Hai Sawit Indonesia, serta Sri Widiahayati selaku Profesional Branding Consultant.

“Bahwa Desa Kelawi memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata nasional yang mampu menyatukan aspek budaya, ekowisata, dan industri kreatif berbahan dasar sawit secara berkelanjutan,” ujar Bobby Irawan, S.E., M.Si, saat menyampaikan sambutan, pada Selasa (18 November 2025).

Mendukung UMKM berbasis sawit

Program ini memberikan dukungan langsung kepada pelaku UMKM sekitar melalui serangkaian kegiatan, mulai dari pemberian hibah alat dan bahan baku UMKM berbahan dasar sawit, penandatanganan MoU kolaborasi, workshop pembuatan produk turunan sawit, hingga pelatihan branding dan digital marketing.

Direktur Hai Sawit Indonesia, M. Danang MRQ, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Pemberdayaan UMKM Sawit yang bertujuan menghadirkan desa sebagai etalase sawit berkelanjutan.

“Desa Kelawi tidak hanya dikenal karena pesona Pantai Minangrua, tetapi juga memiliki potensi untuk menjadi pusat inovasi produk turunan sawit yang bernilai tambah tinggi,” ucapnya.

“Bahwa berbagai bahan turunan sawit sebenarnya memiliki peluang besar untuk diolah menjadi produk kreatif bernilai ekonomi, salah satunya lidi sawit yang dapat disulap menjadi beragam kerajinan tangan. Harapannya, produk-produk UMKM sawit tersebut dapat dikembangkan menjadi cendera mata khas Desa Wisata Kelawi, sehingga mampu memperkuat identitas desa dan membuka peluang pemasukan baru bagi masyarakat,” imbuh Danang.

Selain itu, Hai Sawit juga siap menjadi jembatan promosi untuk membantu UMKM memperluas pasar serta memperkenalkan produk kreatif berbahan dasar sawit kepada masyarakat yang lebih luas melalui platform Aplikasi Hai Sawit.

Melalui kegiatan ini, Hai Sawit Indonesia dan BPDP berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat Desa Kelawi dapat terus berlanjut untuk mendorong penguatan UMKM sawit dan pengembangan desa wisata secara berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku UMKM sekaligus memperkuat posisi Desa Kelawi sebagai destinasi wisata unggulan berbasis produk turunan sawit.

Sementara, Helmi Muhansah menambahkan bahwa BPDP memiliki komitmen kuat untuk memastikan manfaat industri sawit dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya melalui penguatan UMKM di desa-desa penghasil sawit dan wilayah wisata yang memiliki potensi berkembang.

“Program ini bukan hanya tentang pemberian alat atau pelatihan, tapi tentang membuka mindset bahwa sawit memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih luas. UMKM harus menjadi aktor utama dalam hilirisasi sawit skala desa,” jelasnya.

“Kami berharap agar Desa Kelawi dapat menjadi role model nasional pengembangan desa wisata sawit berbasis UMKM. Dari Kelawi ini akan muncul produk-produk unggulan berbasis sawit yang mampu menembus pasar regional bahkan nasional.” Pungka Helmi.

Artikel Terkait