• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

Hadapi Risiko Kebakaran, GAPKI Perkuat Sistem Pencegahan di Lapangan

Riau, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan komitmennya dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengikuti Apel Siaga bersama Kementerian Lingkungan Hidup di Riau, Jumat (25/4/2026). Kegiatan ini memperkuat koordinasi lintas sektor menghadapi peningkatan risiko kebakaran akibat potensi iklim ekstrem.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengingatkan ancaman karhutla tahun ini perlu diwaspadai serius. Ia menilai musim kemarau panjang, fenomena El Nino, dan penurunan curah hujan akan meningkatkan risiko kebakaran, terutama di wilayah gambut seperti Riau.

“Curah hujan rendah dan kondisi gambut yang rentan akan meningkatkan potensi kekeringan. Riau termasuk wilayah rawan karena luas gambutnya hampir separuh daratan dan memiliki lebih dari 13.000 kilometer kanal,” ujarnya.

Ia menambahkan, data Kementerian Kehutanan mencatat luas karhutla telah mencapai lebih dari 52.000 hektare, meningkat tajam dibanding periode yang sama tahun lalu. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta memperkuat kesiapsiagaan melalui langkah operasional yang terukur.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, memastikan seluruh anggota siap berperan aktif dalam pencegahan karhutla. GAPKI memperkuat deteksi dini, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas kolaborasi.

Ia menegaskan anggota GAPKI secara konsisten menerapkan kebijakan zero burning sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Perusahaan juga membangun infrastruktur pencegahan seperti menara pantau, embung air, dan sistem pemantauan berbasis teknologi.

“Kami memastikan kesiapan internal melalui penguatan tim pemadam kebakaran dan mendorong keterlibatan masyarakat melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api di wilayah rawan,” ujarnya.

Mukti menekankan pencegahan karhutla membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia memastikan GAPKI siap mendukung kebijakan pemerintah agar kesiapsiagaan tidak berhenti pada seremonial, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan.

“GAPKI telah menyusun pedoman penanggulangan kebakaran perkebunan sawit, menerbitkan surat edaran, serta menyosialisasikan prediksi musim kemarau 2026 dan dampaknya,” katanya.

Partisipasi GAPKI dalam apel siaga ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah membangun sistem penanggulangan karhutla yang lebih responsif dan berkelanjutan. Dengan koordinasi yang kuat dan kesiapan sejak dini, risiko kebakaran diharapkan dapat ditekan sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat.

Artikel Terkait