Jakarta, SAWIT INDONESIA – Memasuki H-2 Lebaran, Dinas Perkebunan di tiga provinsi sawit yaitu Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara memberikan suasana sejuk kepada petani sawit. Tercatat, ada kenaikan harga penetapan TBS khususnya bagi tanaman usia 10-20 tahun di mana menjadi puncak dari produksi tanaman sawit.
Di Riau, Dinas Perkebunan setempat bersama tim melaksanakan rapat penetapan harga kelapa sawit mitra plasma untuk periode 18-31 Maret 2026. “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa harga TBS yang ditetapkan oleh tim untuk mitra plasma mengalami kenaikan. Kenaikan harga minggu ini lebih disebabkan karena faktor naiknya harga CPO dan kernel,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi sebagaimana dikutip dari laman Media Center Provinsi Riau.
Harga TBS usia 10-20 tahun naik Rp162,39/kg menjadi Rp 3,866.33/kg dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp3.703,94/kg.
Pada periode ini indeks K yang dipakai adalah 92,98 persen, harga penjualan CPO minggu ini naik sebesar Rp 667,37 dan kernel minggu ini naik sebesar Rp 524,83 dari minggu lalu,” kata Supriadi.
Harga rata-rata CPO KPBN periode ini adalah Rp 15.435,00dan harga kernel KPBN periode ini sebesar Rp 14.660,00.
“Sehingga harga pembelian TBS petani berlaku untuk periode dua minggu kedepan, dengan harga cangkang sebesar Rp 16,51/Kg,” tambahnya.
Di Sumatera Barat, Dinas Perkebunan setempat melalui keputusan rapat menetapkan harga TBS kelapa sawit untuk tanaman usia 10–20 tahun sebesar Rp3.963,81/kilogram pada periode 15–21 Maret 2026. Harga ini naik Rp 175,72/kilogram dibandingkan pekan sebelumnya Rp3.788,09/kg.
Kenaikan tersebut ditopang oleh harga CPO yang menjadi dasar perhitungan sebesar Rp15.446,25/kg serta harga inti sawit atau kernel sebesar Rp14.277,86/kg.
Selain itu, indeks K yang digunakan sebagai faktor pembagi keuntungan antara perusahaan dan petani ditetapkan sebesar 93,21 persen. Sementara harga cangkang sawit tercatat sebesar Rp17,50 per kilogram.
Di Sumatera Utara, Rapat Tim Penetapan Harga TBS Sawit Mitra Plasma Sumatera Utara menetapkan Harga TBS sebesar Rp3.912,42/kg periode 28-24 Maret 2026. Terjadi kenaikan Rp136,07/kg dari periode sebelumnya sebesar Rp3.776,35/kg.
Kenaikan harga TBS Sawit ini ditopang oleh rata-rata harga minyak sawit mentah (CPO) melonjak menjadi Rp15.516/kg dari sebelumnya Rp14.901,56/kg. Begitupula, harga kernel meningkat Rp14.478,36/kg daripada periode sebelumnya sebesar Rp14.660/kg.
Sementara itu, indeks 'K' atau persentase bagian yang diterima oleh petani pada Maret 2026 sebesar 92,54%.














