Palembang, SAWIT INDONESIA - Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, mendukung pelaksanaan Andalas Forum VI sebagai ajang konsolidasi strategis untuk memperkuat tata kelola industri sawit nasional di tengah dinamika global. Pernyataan ini disampaikannya dalam pembukaan Andalas Forum VI 2026 di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (16 April 2026).
“Saya minta Andalas Forum menghasilkan rekomendasi strategis yang mendukung kemajuan petani dan perusahaan sawit,” ujar Herman Deru.
Rekomendasi ini dibutuhkan agar persoalan di perkebunan sawit dapat terselesaikan seperti produktivitas, keamanan, dan isu negatif sawit. Herman Deru menegaskan bahwa sawit adalah pilar utama ekspor Sumsel yang mampu menjaga ketahanan ekonomi meski di tengah ketidakpastian global.
"Saya juga mengapresiasi kolaborasi GAPKI dan Polda Sumsel dalam mengatasi isu keamanan TBS. Jadi GAPKI Sumsel sangat aktif membahas persoalan tersebut," ujar Herman Deru.
Menghadapi tantangan B50 dengan kebutuhan mencapai 16 juta ton, Gubernur mendorong peningkatan produktivitas per hektar melalui perbaikan teknologi pengolahan tanah dan pupuk.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyebut sawit sebagai "lumbung ekonomi" dan mengapresiasi percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat oleh Gubernur yang dinilai sebagai kunci penurunan biaya logistik.
Dukungan pusat turut ditegaskan oleh Deputi Bappenas RI, Leonardo A.A.T. Sambodo, yang menyatakan sawit masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada RPJMN 2025-2029 demi memperkuat hilirisasi dan ekosistem agribisnis yang terintegrasi.
Andalas Forum VI berlangsung selama dua hari, menghadirkan pameran inovasi dari 44 eksibitor serta seminar strategis mengenai standar ISPO dan teknologi rantai pasok guna melahirkan rekomendasi bagi kesejahteraan petani dan pelaku usaha sawit Indonesia.
Ratna Dewi, Ketua Panitia Andalas Forum VI menjelaskan bahwa Andalas Forum VI mengusung tema “Sawit Indonesia: Sinergi untuk Tata Kelola, Pertumbuhan Ekonomi dan Berkelanjutan” merupakan forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan (stakeholders) sektor kelapa sawit dalam rangka memperkuat sinergi, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, serta mewujudkan tata kelola industri sawit berkelanjutan.
“Kami laporkan bahwa Andalas Forum VI ini ditargetkan akan dihadiri 500 peserta, namun jumlahnya melampaui target hingga 750 peserta di hari pertama pembukaan,” pungkas Ratna Dewi.














