GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo 2026 (GIICOMVEC 2026) mencatat capaian positif sepanjang 8-11 April 2026 di Jakarta International Expo. Pameran ini menarik 12.685 trade visitors, meningkat hampir 10% dibandingkan edisi sebelumnya.
Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, Putu Juli Ardika, menilai capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap solusi kendaraan komersial.
“Sehingga harapannya GIICOMVEC akan dapat berkontribusi dengan tepat dalam memberikan peluang industri kendaraan komersial Indonesia dapat terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (14 April 2026).
Putu menegaskan kendaraan niaga produksi Indonesia memiliki daya saing tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kendaraan niaga yang diproduksi di Indonesia memiliki daya saing tinggi, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga sangat kompetitif di pasar internasional. Pameran ini adalah gambaran kekuatan industri otomotif khususnya kendaraan komersial kita saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, GIICOMVEC 2026 menghadirkan pengalaman langsung bagi pelaku industri melalui berbagai fasilitas interaktif.
“Penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 dirancang sebagai ajang untuk menjelajahi solusi kendaraan komersial terkini dan peluang bisnis dalam satu tempat, yang mempertemukan industri dalam negeri dengan para pembeli profesional,” ujar Putu.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Eko S.A. Cahyanto, menegaskan pemerintah terus memperkuat daya saing industri kendaraan niaga sebagai penopang logistik nasional.
“Sepanjang tahun 2025, kontribusi sektor industri alat transportasi mencapai 1,27 persen terhadap PDB nasional,” ujarnya saat pembukaan GIICOMVEC, Selasa (8 April 2026).
Ia menambahkan, subsektor perdagangan kendaraan dan jasa perbaikan turut menyumbang 2,02% terhadap PDB. Sementara itu, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,78% pada 2025, mencerminkan meningkatnya kebutuhan kendaraan niaga.
Dari sisi permintaan, sektor transportasi dan pergudangan juga mencatat pertumbuhan tinggi sebesar 8,78 persen pada tahun 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan kendaraan niaga yang andal dan efisien untuk mendukung sistem logistik nasional.
Dalam konteks inilah, kata dia, penyelenggaraan GIICOMVEC 2026 menjadi sangat relevan dan strategis sebagai platform yang menghadirkan berbagai solusi kendaraan niaga untuk menjawab kebutuhan logistik, distribusi, dan transportasi nasional yang terus meningkat. Lebih dari itu, GIICOMVEC 2026 diharapkan juga dapat memperkuat posisi industri kendaraan niaga Indonesia dalam rantai nilai regional dan global.
Namun demikian, Kemenperin juga mencermati adanya sejumlah tantangan struktural yang perlu segera diatasi. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), produksi kendaraan niaga pada tahun 2025 mengalami koreksi sebesar 3,5 persen menjadi 164 ribu unit, dari sebelumnya hampir 170 ribu unit pada tahun 2024. Kondisi ini berdampak pada turunnya tingkat utilisasi industri menjadi sekitar 58 persen, di bawah batas efisiensi skala industri.
Platform Solusi dan Inovasi
Sebanyak 14 merek kendaraan komersial berpartisipasi dalam pameran ini, mencakup berbagai segmen dari kendaraan ringan hingga truk berat dan bus. Lebih dari 35 industri pendukung juga menampilkan inovasi karoseri, suku cadang, dan teknologi manajemen armada.
Selama penyelenggaraannya, GIICOMVEC 2026 diikuti oleh 14 merek kendaraan komersial dari berbagai kategori, mulai dari light commercial vehicle, medium truck, heavy duty truck, hingga bus dan kendaraan khusus. Merek yang berpartisipasi antara lain Daihatsu, DFSK, Farizon, Ford, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Sany, Suzuki, Toyota, Wuling, dan Guangzi Auto.
Pengunjung tidak hanya melihat produk di dalam booth, tetapi juga dapat mencoba langsung kendaraan di Demo Area dan Outdoor Static Display di area Hall B3.
Ketua Penyelenggara, Anton Kumonty, menjelaskan fasilitas tersebut membantu pelaku usaha memilih kendaraan yang sesuai kebutuhan.
“Kami ingin GIICOMVEC 2026 membantu para pengusaha mengambil keputusan dengan mudah. Lewat Demo Area dan Outdoor Static Display, pengunjung bisa mencoba langsung performa kendaraannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman interaktif ini memungkinkan pelaku usaha menilai aspek keselamatan, kenyamanan, hingga kecocokan teknologi kendaraan dengan operasional bisnis.
Meski prospeknya positif, Kemenperin mencatat produksi kendaraan niaga pada 2025 turun 3,5% menjadi sekitar 164 ribu unit. Penurunan ini menekan utilisasi industri ke level 58%.
Namun, peningkatan permintaan dan inovasi teknologi di GIICOMVEC 2026 menunjukkan peluang pertumbuhan industri masih terbuka lebar.
GIICOMVEC 2026 berlangsung selama empat hari dengan konsep B2B dan terbuka untuk publik pada hari terakhir. Penyelenggara memberikan akses gratis melalui registrasi daring.Capaian tahun ini memperkuat posisi GIICOMVEC sebagai ajang strategis yang menghubungkan kebutuhan industri dengan perkembangan teknologi kendaraan komersial di Indonesia.














