• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Gerakan Sawit GenZi 2025: Upaya dari APMI dan BPDP untuk Solusi Gizi Anak dan Tekan Stunting di Indonesia

Makassar, SAWIT INDONESIA – Permasalahan kebutuhan gizi anak dan stunting di Indonesia menjadi perhatian bagi barisan anak-anak muda yang tergabung di Asosiasi Planters Muda Indonesia (APMI). Perhatian tersebut diwujudkan gerakan Sawit GenZi 2025, dengan mengusung tema ‘Dari Sawit untuk Gizi Generasi Bangsa’ yang diadakan di Ballroom Unhas Hotel & Convention, Sulawesi Selatan, pada Kamis (28 Agustus 2025).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran generasi muda sawit dalam menghadirkan solusi bagi masalah gizi dan percepatan penurunan angka stunting yang hingga kini masih menjadi tantangan nasional.

Ketua Umum APMI, Muhammad Nur Fadillah, mengatakan bahwa sawit tidak hanya berperan sebagai penopang devisa negara, tetapi juga memiliki potensi besar dalam pemenuhan gizi bangsa.

“Sawit GenZi sebagai ruang kolaborasi anak muda untuk membuktikan bahwa sawit bisa menjadi solusi nyata bagi kesehatan generasi dan keberlanjutan bangsa,” katanya, dalam keterangan yang diterima redaksi sawitindonesi.com.

Kegiatan ini dikemas dalam talkshow yang dihadiri oleh narasumber Anwar Sadat, S.r selaku senior Analis Kerja Sama dan Kemasyarakatan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Dr. dr. H. M. Ishaq Iskandar, MKes, MM, MH selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dan Prof. Dr. Ir. Sri Raharjo, MSc selaku Kepala Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM.

Kemudian, GenZi Ideation sebagai diskusi kelompok dan GenZi Comitment serta GenZi Creative Recap.

Dikatakan Fadli, Sawit Genzi dengan dukungan BPDP, pihaknya menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, industri, dan mahasiswa untuk menciptakan inovasi gizi berbasis sawit yang aplikatif sekaligus berkelanjutan.

"Kami memandang bahwa untuk menuntaskan masalah stunting dan gizi anak tak cukup hanya di lakukan oleh mono sektor, melainkan harus berkolaborasi dengan lintas generasi dan lintas sektor salah satunya adalah kelapa sawit yang terbukti secara nyata untuk membantu asupan gizi", kata ketua umum APMI.

Sawit GenZi 2025 diharapkan menjadi gerakan awal yang tidak hanya memperkuat citra positif sawit, tetapi juga menjadikannya pilar penting dalam perbaikan gizi nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Prayudi Syamsuri, S.P., M.Si, menambahkan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memastikan potensi kelapa sawit dapat berkontribusi tidak hanya pada perekonomian, tetapi juga pada pemenuhan gizi anak bangsa.

"Sawit GenZi 2025 adalah contoh nyata bagaimana generasi muda mengambil peran strategis dalam isu gizi dan pangan nasional. Saya ingin APMI menjadi pelopor dalam mengkampanye positifkan sawit untuk bidang kesehatan salah satunya", ujarnya.

Artikel Terkait