• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Gelar Workshop, APKASINDO Riau Dan BPDP Inisiasi Tumbuhnya UMKM Sawit

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA – Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Provinsi Riau menjadi penggerak perkembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menghasilkan produk olahan dari sawit. Niatan ini diwujudkan melalui Workshop “Pengembangan Produk Turunan Kelapa Sawit untuk Mendukung UMKM Kelembagaan Petani Sawit” yang berlangsung pada 29 November 2025 di Pekanbaru, Riau, yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Workshop ini dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Supriadi yang mewakili Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Supriadi menjelaskan bahwa perkebunan sawit di Provinsi Riau diperkirakan mencapai 3,49 juta hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 62,63% dikelola oleh petani rakyat. Menurutnya, kontribusi ekonomi sektor sawit terhadap masyarakat pedesaan sangatlah besar apabila melihat luasan tersebut. Penyelenggaraan workshop yang dilakukan oleh Apkasindo Riau menjadi bagian dari tumbuhnya hilirisasi.

"Pemerintah berharap proses hilirisasi dapat berjalan lebih efektif sehingga berdampak nyata kepada ekonomi, mendorong inovasi, memperluas wawasan UMKM, dan membuka peluang kerja baru," ujarnya.

Ketua DPW APKASINDO Riau, H. Suher menuturkan bahwa kegiatan hilirisasi produk turunan sawit harus didorong melalui pemberdayaan UMKM di daerah. Sawit telah menjadi tulang punggung perekonomian Riau dan sumber utama penghidupan bagi sebagian besar masyarakat.

"Setiap pergerakan harga sawit memiliki efek berganda yang besar terhadap berbagai sektor ekonomi. Karena itu, pengembangan produk turunan sawit menjadi sangat penting," ujar Suher.

Menurutnya, Apkasindo Riau akan memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM untuk menghasilkan inovasi produk turunan sawit yang bernilai tambah tinggi.

Di kesempatan yang sama, Analis Senior Divisi UKMK BPDP, Anwar Sadat mengatakan BPDP sangat aktif mempromosikan dan mengedukasi ragam produk UKM dari sawit kepada Masyarakat. Tujuannya adalah BPDP berharap masyarakat dan pelaku UMKM bisa memperoleh manfaat langsung program pengembangan dan manfaat kelapa sawit agar bisa menciptakan produk inovatif dari sawit serta membuka peluang usaha yang berkelanjutan skala UMKM.

“Saat ini, ada banyak produk turunan dari kelapa sawit yang justru dalam 24 jam selalu digunakan oleh Masyarakat antara lain produk sabun, odol, aneka produk pangan serta kecantikan dan sebagainya,” pungkas Anwar.

Artikel Terkait