• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

GEBIE: Upaya GAPKI Berikan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Informal Perempuan Sawit

Jakarta, SAWIT INDONESIA – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) terus bergerak melakukan upaya-upaya serius dalam melindungi pekerja di sektor industri sawit. Salah satunya melalui gerakan ‘Sawit Ramah Pekerja Perempuan’. Kali ini gerakkan dilakukan di salah satu provinsi sentara sawit di Sumatera, tepatnya di Sumatera Selatan.

Gerakan ini,sebagai upaya mewujudkan industri sawit ramah peremuan dalam rangka kesetaraan dan perlindungan sosial. “Kita terus memacu gerakan ini. Gerakan dan semangat Perempuan Setara di tempat kerja (industri sawit). Praktik baik yang sudah ada di sawit akan kita tularkan ke sektor bisnis lain,” ujar Sumarjono Saragih, Ketua Bidang Pengembangan SDM Nasional GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), dalam keterangan tertulis, yang diterima redaksi sawitindonesia.com.

“Ini adalah langkah atau cara baru yang diluncurkan dengan mencari tokoh perempuan yang menjadi duta atau pengerak perempuan setara. Sebab,gerakan ini memerlukan tokoh penggerak. Kami mulai dari Sumatera Selatan. Untuk tujuan publikasi dan komunikasi, tokoh penggerak diberi nama GEBIE (Gender Equity in Business Initiatives Enthusiast). Alias duta Perempuan setara di bisnis,” lanjut Sumarjono menjelaskan.

Pada kesempatan itu, terpilih GEBIE Sumatera Selatan, dr. Ratu Tenny Leriva. Seorang dokter muda sekaligus senator anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumatera Selatan.

Dikatakan Sumarjono, bahwa sebagai aksi dan gerakan nyata pihaknya langsung mendaftarkan dan membantu pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi 1.000 pekerja informal perempuan di kebun sawit Sumatera Selatan.

“Perempuan adalah modal kemajuan Sumatera Selatan. Oleh karena itu, perempuan harus mendapat akses yang setara dan adil. Haknya dihormati dan dipenuhi di tempat kerja. Perempuan ada dalam hubungan kerja formal dan informal,” katanya, usai melantik dr. Ratu Tenny Levira sebagai Duta GEBIE.

“Pekerja informal tidak sepenuhnya terjangkau jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Jadi salah satu prioritas GEBIE adalah mendorong dan mempromosikan jaminan sosial. Hari ini kita mulai dengan 1.000 pekerja perempuan informal di rantai pasok sawit mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan,’ tambah Sumarjono Saragih yang menjadi Inisiator GEBIE.

GEBIE didesain sebagai gerakan yang fleksibel dengan ragam pendekatan. Melalui individu, kelompok penggerak atau insitusi. Menjadi agen dan Duta Perempuan Setara di Bisnis. Mereka mempromosikan dan mendorong praktik-praktik kerja yang inklusif dan aman bagi semua gender. Ada perlindungan dan pemenuhan hak pekerja perempuan.

Pada kesempatan yang sama, dr. Ratu Tenny Leriva menyatakan komitmennya. Dengan latar belakang dokter dan kini menduduki jabatan senator anggota DPD dapil Sumatera Selatan akan punya daya dorong dan pengaruh bermakna.

“Menjadi Duta GEBIE bukan hanya gelar, ini adalah komitmen aksi. Saya ingin perempuan di kebun sawit, bisa merasakan perlindungan yang sama seperti pekerja lainnya. Pendaftaran 1.000 pekerja ini baru permulaan. Kita akan lanjutkan dan perbesar dampaknya,” ungkapnya.

Gerakan GEBIE diharapkan menjadi model yang akan direplikasi luas. Tidak hanya di industri sawit, tetapi juga di berbagai sektor ekonomi lain. Dengan langkah awal yang konkret ini, GEBIE bisa alat transformasi di dunia kerja bisnis. Dari sawit untuk perempuan setara di Indonesia.

Artikel Terkait