• Selasa, 29 September 2026
Berita Terbaru

Gapoktan Manunggal Sakti Gelar PSR Tanaman Sawit Umur 40 Tahun, Ini Penjelasannya

Siak, SAWIT INDONESIA - Perkumpulan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Sakti menggelar penumbangan perdana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tahap ketiga sekaligus tasyakuran atas keberhasilan tahap kedua yang kini memasuki masa panen ekonomis. Acara ini berlangsung pada Jumat, 25 Juli 2025, di Kampung Sialang Sakti, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat ME Manurung, MP., C.IMA., C.APO, didampingi Sekretaris Wilayah DPW APKASINDO Riau, Djono A Burhan, S.Kom., M.Mgt (Int.Bus), CC.,CL. Mereka disambut oleh Ketua Gapoktan Manunggal Sakti, Budi Santoso, tokoh masyarakat, anggota gapoktan, serta Penghulu Kampung Sialang Sakti, Thoha Nasrudin, SH.

Budi Santoso menyampaikan rasa syukur atas keberlangsungan program PSR, meskipun kebun sawit warga telah berusia 40 tahun. Ia menilai program ini sangat membantu petani dan merupakan bentuk dukungan nyata dari pemerintah.

"Kami sangat bersyukur bisa mengikuti Program PSR dari Kementerian Pertanian dan BPDPKS. Dulu bantuan hanya Rp30 juta per hektar, sekarang naik menjadi Rp60 juta per hektar. Ini sangat membantu,” ujar Budi.

Ia juga menjelaskan bahwa Gapoktan Manunggal Sakti telah menyelesaikan dua tahap PSR. Tahap pertama rampung pada Februari 2020 melibatkan 47 petani dengan total lahan 126 hektare. Tahap kedua selesai pada September 2021 dengan 36 petani di lahan 82 hektare. Tahap ketiga kini sedang berjalan dengan target 60 petani dan lahan seluas 130 hektare.

Budi juga menyampaikan rencana untuk mengusulkan PSR tahap keempat dengan target luasan lebih dari 200 hektare, sesuai arahan Ketua Umum DPP APKASINDO. Ia berharap seluruh petani bisa terlibat dan memanfaatkan peluang ini.

Penghulu Kampung Sialang Sakti, Thoha Nasrudin, SH., mendukung penuh program PSR dan meminta masyarakat yang belum ikut agar bergabung pada tahap berikutnya.

"Kita tidak tahu apakah program ini masih tersedia tahun depan. Maka lebih baik ikut sekarang selagi masih ada," pesannya.

Sementara itu, Bupati Siak yang berhalangan hadir diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Siak, M. Ihsan. Dalam sambutannya, Ihsan menyebut PSR telah berjalan di Siak sejak 2017 dengan total luas sekitar 4.676 hektare. Kecamatan Dayun tercatat sebagai wilayah terluas, yakni sekitar 2.672 hektare.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Dr. Gulat ME Manurung, memberikan apresiasi atas semangat petani dan Gapoktan Manunggal Sakti dalam menyukseskan program PSR. Ia menekankan bahwa dana PSR bukan berasal dari APBN maupun APBD, melainkan dari dana kelapa sawit yang dikembalikan kepada petani.

"Program ini bukan hanya untuk petani Riau, tapi juga menjadi inspirasi bagi petani di seluruh Indonesia. Kami bersyukur pemerintahan Presiden Prabowo tetap melanjutkan program ini yang telah berjalan sejak 2017," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program PSR merupakan bagian penting dalam mewujudkan kemandirian pangan dan energi, sekaligus mendukung cita-cita besar nasional."Petani sawit adalah bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo. Mari kita sukseskan bersama," pungkas Dr. Gulat.

Artikel Terkait