- Memfasilitasi interaksi pemangku kepentingan Delegasi dan pertukaran rutin antara Indonesia dan negara-negara anggota APOA.
- Meningkatkan perdagangan melalui berbagai platform Konferensi bersama, pameran dagang, dan webinar untuk memperkuat keterlibatan industri.
- Mempromosikan pertukaran informasi dan standar teknis Berbagi penelitian, praktik terbaik, dan keahlian untuk meningkatkan standar industri.
- Meningkatkan keberlanjutan melalui proyek bersama inisiatif kolaboratif yang selaras dengan kerangka kerja Indian Palm Oil Sustainability (IPOS) dan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
- Meningkatkan kesadaran konsumen Mengatasi kesalahpahaman dan menyoroti peran minyak sawit dalam ketahanan pangan dan konsumsi yang bertanggung jawab.
- Advokasi kebijakan Bekerja sama dengan pemerintah dan regulator untuk mengurangi hambatan perdagangan dan menyelesaikan tantangan regulasi.
Berita Terbaru
GAPKI, SEA dan APOA Jalin Kerja Sama untuk Optimalkan Minyak Sawit Berkelanjutan
Jakarta, SAWIT INDONESIA – Indonesia, India, dan Sekutu Asia menjalin kerja sama dalam hal perdagangan, pelibatan petani kelapa sawit, peningkatan kesadaran konsumen, serta advokasi kebijakan di seluruh sektor minyak kelapa sawit di Asia.
Kerja sama di atas dilakukan oleh beberapa pihak yakni Asosiasi Pengekstrak Pelarut India (SEA), Aliansi Minyak Sawit Asia (APOA), dan Asosiasi Minyak Sawit Indonesia, dalam hal ini Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), untuk memperdalam kerja sama dalam perdagangan, keberlanjutan, inovasi, dan pengembangan pasar di seluruh rantai nilai minyak sawit di Asia. Kerja sama ini diumumkan langsung pada gelaran Konferensi SEA AGM & Globoil India beberapa hari lalu.
Presiden SEA, Shri Sanjeev Asthana, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut kemitraan dengan GAPKI dan APOA sebagai langkah penting dalam memperdalam hubungan India dengan Indonesia dan mitra Asia lainnya.
"Nota Kesepahaman ini akan memperkuat akses India terhadap minyak sawit berkualitas tinggi dengan harga terjangkau, sekaligus memungkinkan pemangku kepentingan India untuk mendapatkan manfaat dari keahlian Indonesia dalam produksi minyak sawit berkelanjutan. Kesepakatan ini juga akan menciptakan peluang untuk perdagangan dan kerja sama teknis yang membawa stabilitas lebih besar bagi sektor minyak nabati di India," jelasnya dalam keterangan tertulis.
Sementara, Ketua APOA, Atul Chaturvedi, menambahkan nota kesepahaman ini menjadi tonggak sejarah bagi negara-negara konsumen minyak kelapa sawit di seluruh Asia.
"Bekerja sama dengan GAPKI dan SEA, APOA akan membantu memastikan pasokan yang aman, kerja sama regional yang lebih kuat, dan kesadaran konsumen yang lebih luas. Fokus kami adalah untuk mewakili suara konsumen di Asia dan di waktu yang sama memajukan keberlanjutan dan pertumbuhan inklusif dalam perdagangan minyak sawit," katanya.
Sedangkan Dr. B. V. Mehta, Direktur Eksekutif SEA dan Sekretaris Jenderal APOA, mengungkapkan bahwa nota kesepahaman ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam mendorong kolaborasi di antara pemangku kepentingan utama minyak kelapa sawit di Asia.
"Hal ini tidak hanya memperkuat keamanan minyak nabati India, tetapi juga menggarisbawahi komitmen bersama kita terhadap keberlanjutan, transparansi, dan inovasi dalam rantai nilai minyak sawit," ungkapnya
"Dengan menyelaraskan upaya melalui SEA, GAPKI, dan APOA, kita dapat menciptakan platform yang kuat untuk berbagi pengetahuan, dialog kebijakan, dan pengembangan pasar yang akan bermanfaat bagi produsen, konsumen, dan seluruh kawasan," imbuh Dr. B.V. Mehta.
Dari informasi yang ada, India memenuhi lebih dari 60% kebutuhan minyak nabati melalui impor, dengan Indonesia sebagai pemasok minyak sawit terbesar yang konsisten selama lebih dari satu dekade. Pada bulan Agustus 2025, impor minyak sawit ke India meningkat hampir 16% menjadi 990.528 ton, merupakan angka tertinggi dalam setahun lebih, sehingga menegaskan peran penting komoditas ini dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati India.
Atas dasar itu, nota kesepahaman antara SEA, APOA, dan GAPKI ditandatangi dengan tujuan memperkuat hubungan ekonomi, mendukung pertumbuhan yang bertanggung jawab, serta memastikan rantai pasok minyak sawit yang lebih stabil di seluruh wilayah.
Dalam perjanjian tiga tahunan ini menciptakan kerangka kerja yang kuat untuk kolaborasi antara SEA, APOA, dan GAPKI, dengan fokus pada:














