• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

GAPKI Gelar IPOC 2025 di Bali, Bahas Tata Kelola, Biofuel, dan Daya Saing Industri Sawit Global

Jakarta, SAWIT INDONESIA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menggelar forum strategis tahunan yang menjadi barometer arah kebijakan dan prospek industri kelapa sawit nasional maupun global, yakni The 21st Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) and 2026 Price Outlook (IPOC 2025).

Konferensi sawit terbesar di Indonesia ini akan berlangsung pada 12–14 November 2025 di Bali International Convention Center, The Westin Resort Nusa Dua, Bali, dengan mengusung tema “Navigating Complexity, Driving Growth: Governance, Biofuel Policy, and Global Trade.”

Tema tersebut, menurut GAPKI, mencerminkan komitmen industri sawit Indonesia untuk memperkuat tata kelola, menjaga daya saing di tengah dinamika perdagangan dunia, serta menyikapi perkembangan global mengenai kontribusi industri sawit dalam kebijakan bauran energi atau biofuel.

“Sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, Indonesia memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan pasokan minyak nabati global. Industri ini terus beradaptasi terhadap perubahan kebijakan, tantangan lingkungan, serta transformasi energi hijau yang tengah berkembang pesat di berbagai negara,” ujar Ketua Umum GAPKI Eddy Martono di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

Ia menegaskan, dalam konteks ekonomi nasional, sektor sawit tetap menjadi pilar utama ekspor nonmigas yang membuka peluang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi jutaan masyarakat di wilayah perkebunan.

Bahas Arah Kebijakan, Pasar Global, dan Tantangan Energi Hijau

Seperti penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, IPOC 2025 akan menghadirkan berbagai pembicara dan analis minyak nabati terkemuka dunia yang akan mengupas tuntas arah kebijakan, tren pasar, serta prospek harga sawit tahun depan.

Dari sisi ekonomi global, Investments China akan memaparkan outlook ekonomi China dan prospeknya bagi industri sawit, sementara Satia Varqa dari FastMarkets akan mengulas respon strategis dalam menghadapi tantangan pasar global.

Selain itu, analis minyak nabati senior dunia Dorab Mistry (Godrej International Ltd.) akan menjadi sorotan utama dengan paparannya mengenai proyeksi harga minyak sawit tahun mendatang.

Tak hanya itu, Pietro Paganini, pakar komunikasi dan kebijakan publik internasional, akan membahas strategi industri dalam menjawab isu keberlanjutan dan regulasi global, sementara Eddy Abdurrachman dan Andri Hadi akan menyoroti arah kebijakan serta diplomasi sawit Indonesia di tingkat internasional.

Adapun Dr. M. Fadhil Hasan dan Oscar Tjakra dijadwalkan memberikan analisis mendalam mengenai rantai pasok, kebijakan energi, serta prospek investasi jangka panjang di sektor minyak nabati.

Sebagai forum yang telah memasuki penyelenggaraan ke-21, IPOC 2025 juga akan menghadirkan pameran industri sawit yang menampilkan teknologi, produk, dan inovasi terbaru dari sektor hulu hingga hilir.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pelaku usaha, pembuat kebijakan, akademisi, serta mitra global untuk berbagi pengetahuan dan memperkuat jejaring bisnis berkelanjutan.

“Forum ini bukan hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga sarana untuk mencari solusi konkret dalam menjawab tantangan industri sawit di masa depan,” tambah Eddy

Dihadiri Menteri dan Pejabat Kunci Pemerintah

Sebagai forum strategis, IPOC 2025 juga akan dihadiri sejumlah pejabat tinggi pemerintah yang akan memberikan pandangan dan arahan kebijakan nasional bagi industri sawit.

Pembicara kunci yang akan hadir di antaranya Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy. Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dalam forum tersebut, mereka akan membahas peta jalan industri sawit menuju target Indonesia Emas 2045, termasuk dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump serta implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) terhadap pasar dan daya saing industri kelapa sawit.

Para peserta juga akan mendapat paparan mengenai langkah-langkah strategis memperkuat industri kelapa sawit nasional serta strategi mentransformasi tantangan menjadi peluang dalam rangka menjaga daya saing sawit Indonesia di pasar global.

Artikel Terkait