Banjarbaru, SAWIT INDONESIA – Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Disbunnak Kalsel) menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode pertama Mei 2026. Keputusan ini diambil dalam rapat rutin Tim Penetapan Harga TBS di Ruang Rapat Excelsa pada Selasa, 12 Mei 2026.
Rapat tersebut dihadiri oleh dinas teknis kabupaten sentra sawit, perusahaan perkebunan, petani plasma, koperasi, APKASINDO, dan GAPKI Cabang Kalsel. Hasil kesepakatan menunjukkan angka yang sangat kompetitif guna mendukung keberlanjutan usaha tani di Banua.
Patokan harga resmi TBS sawit per kilogram yang berlaku untuk periode pertama Mei 2026 adalah sebagai berikut:
- Umur 3 Tahun: Rp 3.092,72
- Umur 4 Tahun: Rp 3.408,91
- Umur 5 Tahun: Rp 3.424,80
- Umur 6 Tahun: Rp 3.515,93
- Umur 7 Tahun: Rp 3.628,14
- Umur 8 Tahun: Rp 3.639,50
- Umur 9 Tahun: Rp 3.650,72
- Umur 10 s.d 20 Tahun: Rp 3.841,87
- Umur 21 Tahun: Rp 3.843,66 (Harga Tertinggi)
- Umur 22 Tahun: Rp 3.751,49
- Umur 23 Tahun: Rp 3.729,20
- Umur 24 Tahun: Rp 3.660,25
- Umur 25 Tahun: Rp 3.593,75
- Umur 26 Tahun: Rp 3.452,36
- Umur 27 Tahun: Rp 3.356,41
- Umur 28 Tahun: Rp 3.211,74
- Umur 29 Tahun: Rp 3.045,40
- Umur 30 Tahun: Rp 2.858,83
Perubahan harga pada periode ini dipengaruhi oleh penguatan beberapa indikator utama yang disepakati oleh tim:
- Harga CPO Rata-rata: Rp 15.361,75 per kilogram.
- Harga Inti Sawit (Kernel): Rp 14.300,00 per kilogram.
- Nilai Indeks "K": Mengalami penguatan hingga mencapai 94,53%.
Selain menetapkan harga, pertemuan ini dirangkaikan dengan agenda strategis guna mendorong kemandirian industri kelapa sawit lokal:
- Standardisasi & Sertifikasi: Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru memaparkan kesiapan layanan pengujian laboratorium terakreditasi dan sertifikasi halal berkelas nasional hingga internasional.
- Penerapan Perpres ISPO: Pertemuan mengulas implementasi Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 tentang Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO). Regulasi ini kini diperluas ke sektor industri hilir dan usaha bioenergi demi menjaga rantai pasok global.
Melalui sinergi penetapan harga yang adil serta penguatan standar keberlanjutan ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan optimis dapat memberikan kepastian ekonomi sekaligus mendongkrak produktivitas kelapa sawit daerah.














