Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - Polimesh yang merupakan produk andalan dari PT Bio Sarana Indonesia (BSI) laris manis di Pameran Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2025 di Ska Co-Ex Pekanbaru, Riau, pada 7-9 Agustus 2025. Tercatat 250 botol polimesh terjual pada gelaran tersebut. Pameran yang diadakan Majalah Sawit Indonesia mampu menarik perhatian 8.000 pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan berlangsung
Tak tanggung -tanggung, produk yang memiliki fungsi menarik kumbang penyerbuk dengan aroma bunga kelapa sawit itu juga terjual kepada petani kelapa sawit dari Malaysia.
"Animonya sangat luar biasa. Padahal ini baru tahun pertama kami mengikuti gelaran ini," ujar Okto DL Naibaho selaku Distrik Sales Manager PT Bio Sarana Indonesia wilayah Riau-Sumatera Barat.
Produk yang dikemas layaknya parfum kendaraan yang dibandrol Rp200.000/botol dengan ukuran 10 ml. Ini dapat dimanfaatkan hingga 3-4 bulan.
Fungsi produk ini adalah menarik kumbang penyerbuk atau bernama latin Elaeidobius Kamerunicus. Kumbang ini berperan penting dalam penyerbukan bunga kelapa sawit. Penyerbukan ini sendiri dibutuhkan agar tanaman menghasilkan buah kelapa sawit secara maksimal. Produk ini merupakan inovasi untuk menarik kumbang Elaeidobius kamerunicus melakukan penyerbukan pada kelapa sawit. PolImesh dengan bahan aktif isoanethole 450 g/l mempunyai sinyal biokimia yang disukai oleh kumbang penyerbuk, berupa aroma yang digunakan oleh bunga kelapa sawit untuk menarik kumbang penyerbuk.
Selain Polimesh, produk yang juga diminati oleh pengunjung adalah racun tikus. Bahkan pihaknya sempat kewalahan dengan tingginya penjualan racun tikus tersebut.
"Racun tikus organik terjual 10 kg. Malah ada pesanan petani dari kabupaten Inhu sebanyak 110 kg," jelasnya.














