Kebutuhan industri sawit terhadap solusi logistik yang lebih efisien mendorong penggunaan flexibag sebagai alternatif pengangkutan muatan cair atau liquid bulk. PT Flexi Solutions Indonesia mencatat permintaan flexibag dari sektor sawit terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi biaya pengiriman di pasar ekspor.
Business Manager PT Flexi Solutions Indonesia Murnika Sinaga mengatakan pelaku industri sawit mulai beralih dari metode pengiriman konvensional seperti drum dan ISO tank menuju penggunaan flexibag karena dinilai lebih praktis dan ekonomis.
“Permintaan dari industri sawit terhadap flexibag menunjukkan tren positif, terutama seiring meningkatnya kebutuhan akan solusi logistik yang lebih efisien dan kompetitif di pasar global,” ujarnya, Kamis (21 Mei 2026).
Menurut Murnika, perusahaan yang hadir di Indonesia sejak 2022 tersebut berfokus menyediakan solusi logistik pengangkutan muatan cair melalui teknologi flexibag. Solusi ini banyak digunakan untuk pengiriman crude palm oil (CPO), refined oil, hingga produk turunan sawit dan oleokimia.
Dia menjelaskan flexibag merupakan kantong fleksibel berbahan multi-layer polyethylene yang dirancang untuk pengangkutan cairan non-hazardous menggunakan kontainer 20 kaki. Produk tersebut memiliki kapasitas antara 16.000 hingga 24.000 liter.
“Material yang digunakan sudah food grade dan tersertifikasi internasional seperti FDA, Halal, dan Kosher,” katanya.
Murnika menilai penggunaan flexibag memberikan sejumlah nilai tambah bagi industri sawit, terutama dalam aspek efisiensi logistik dan operasional. Dibandingkan metode konvensional, flexibag memungkinkan kapasitas muatan lebih besar dalam satu kontainer sehingga biaya pengiriman dapat ditekan.
Selain itu, proses loading dan unloading dinilai lebih praktis serta mampu mengurangi biaya handling dan packaging.
“Karena bersifat single-use, risiko kontaminasi silang antar pengiriman juga dapat diminimalkan,” ujarnya.
Menurut dia, efisiensi rantai pasok menjadi faktor penting bagi industri sawit nasional di tengah persaingan pasar global yang semakin ketat. Melalui filosofi “Move More, Cost Less”, perusahaan berupaya membantu pelaku usaha mengoptimalkan distribusi produk cair dalam jumlah besar.
Untuk memperluas pasar di sektor sawit, PT Flexi Solutions Indonesia mengandalkan strategi edukasi kepada pelaku industri terkait efisiensi penggunaan flexibag dibandingkan metode pengiriman tradisional.
Selain itu, perusahaan juga melakukan pendekatan langsung kepada pelaku usaha sawit serta menyesuaikan solusi logistik sesuai kebutuhan pelanggan.
“Kami juga fokus meningkatkan kualitas layanan dan dukungan teknis agar pelanggan memperoleh solusi logistik yang optimal,” katanya.
Dalam mendukung layanan purna jual, perusahaan menyediakan dukungan teknis penggunaan flexibag, monitoring selama proses pengiriman, respons cepat terhadap kendala operasional, hingga konsultasi logistik bagi pelanggan industri sawit.














