• Rabu, 7 Oktober 2026
Berita Terbaru

Field Trip Pelatihan Petani Sawit: AKPY Bersama BPDP dan Ditjenbun Ajak Peserta Belajar di Kebun

Palembang, SAWIT INDONESIA – Sejumlah 123 peserta pelatihan petani sawit yang diadakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Ditjen Perkebunan (Ditjenbun), melakukan field trip ke kebun perusahaan PT Tania Selatan yang berada di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, pada Sabtu (24 Mei 2025).

Sebagai informasi, peserta pelatihan di atas merupakan sebagian dari jumlah peserta pelatihan di kelas Teknis Budidaya Kelapa Sawit dari Kabupaten Musi Rawas.

Direktur AKPY, Dr. Sri Gunawan, SP., MP., menyampaikan bahwa pihaknya ingin memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat dan belajar langsung ke perusahaan yang telah sukses melakukan pengelolaan kebun sawit dengan baik dan benar.

"Kami melihat dan menilai PT Tania Selatan telah sukses mengelola kebun dengan baik, termasuk kemitraan yang dilakukan dengan petani untuk melaksanakan replanting," ujarnya saat berkunjung ke kebun PT Tania Selatan.

"Untuk itu, kami mengajak para peserta pelatihan kelas Teknis Budidaya Kelapa Sawit ke kebun PT Tania Selatan, yang telah mempraktikkan budidaya sawit sesuai dengan Good Agricultural Practices (GAP), mulai pembibitan, perawatan hingga panen," imbuh Dr. Sri Gunawan.

Pada kesempatan itu, para peserta banyak mendapatkan penjelasan dari tim PT Tania Selatan di kebun sawit. Ini akan memudahkan para peserta dalam menyerap pengetahuan, karena bisa melihat langsung objek yang dijelaskan. Sehingga pengetahuan terkait teknis budidaya kelapa sawit bisa diterima dengan baik.

"Harapannya, dengan berkunjung ke kebun yang dikelola perusahaan, para petani bisa mencontoh dan mempraktikkan di kebun masing-masing. Sehingga petani sawit Naik Kelas, dari sisi produksi dan kesejahteraan," pungkas Dr. Sri Gunawan.

Kunjungan para peserta mendapat sambutan baik dari pihak PT Tania Selatan yang disampaikan langsung oleh Voo Gin Fah, General Manager PT Tania Selatan (Wilmar Group).

Pihaknya mengapresiasi para petani sawit yang mau belajar untuk meningkatkan kompetensi dalam hal budidaya kelapa sawit untuk meningkatkan produktivitasnya. Ini adalah momen yang sangat spesial untuk sharing pengetahuan dengan para petani sawit.

"Semoga apa yang telah disiapkan dapat memberikan manfaat untuk para peserta yang pada kesempatan ini berkunjung ke kebun PT Tania Selatan. Pulang mendapatkan pengalaman dan bisa dipraktikkan di kebun masing-masing. Kami berikan yang terbaik untuk para peserta pelatihan yang berkunjung ke kebun kami," ucap Voo Gin Fah.

Selanjutnya, ia memberikan tips pengelolaan kebun sawit yang baik. Salah satu kunci sukses budidaya kelapa sawit, harus diawali dengan keputusan yang tepat yaitu memilih bibit sawit yang unggul peluangnya sangat baik. Sehingga tidak mengalami kerugian waktu dan biaya. Sebaliknya, kalau keputusan awal untuk budidaya dengan memilih bibit tidak unggul maka kerugian yang akan didapat.

"Selain bibit unggul yang tidak kalah penting yaitu perawatan (mulai dari pemupukan hingga kastrasi), harus dilakukan dengan baik dan benar," lanjut Voo Gin Fah.

Pengelolaan kebun sawit yang dilakukan PT Tania Selatan juga sudah ditularkan kepada petani plasma di 9 KUD dengan luasan lahan hampir 7.000 ha.

Bahkan, petani plasma dari anak usaha Wilmar Group ini sudah ada yang menikmati hasil (panen) menggunakan bibit unggul DxP Tania Selatan. "Dari kemitraan yang dilakukan dengan PT Tania Selatan, hampir semua menyampaikan kepuasannya belum ada yang mengutarakan kekecewaannya. Ada petani plasma kami, mengelola kebun di usia tanaman sawit belum ada 30 bulan sudah bisa panen," ungkap Voo Gin Fah.

Artikel Terkait