JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong percepatan hilirisasi riset dan inovasi energi agar dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan industri. Upaya tersebut dibahas dalam Energy Week 2026 yang digelar Organisasi Riset Energi dan Manufaktur (OREM) BRIN di Jakarta, Selasa (22/9).
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan transisi energi menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi Indonesia menuju negara maju, bersama ketahanan pangan dan air. Menurutnya, BRIN memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) sekaligus menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan.
“Karena negara berkembang hanya bisa tuntas menjadi negara maju, salah satu persyaratannya adalah menuntaskan tiga hal ini. Negara berkembang kalau masih ada persoalan pangan, masih ada persoalan energi, masih ada persoalan air, akan sulit bagi kita untuk melakukan lompatan,” kata Arif.
Menurutnya Indonesia memiliki potensi EBT yang besar, meliputi energi surya, panas bumi, angin, dan bioenergi. Karena itu, pengembangan teknologi perlu disertai kolaborasi antara lembaga riset, perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan masyarakat agar inovasi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Salah satu inovasi yang dikembangkan BRIN ialah Renewable Natural Gas (RNG) berbasis teknologi Adsorbed Natural Gas (ANG) yang dikerjakan bersama peneliti Kyoto University. Teknologi tersebut dikembangkan sebagai alternatif pemanfaatan gas untuk kebutuhan rumah tangga dan ditargetkan menjalani uji coba serta diseminasi lebih luas pada 2027,” jelas Arif
Selain pengembangan teknologi, BRIN menempatkan penguatan sumber daya manusia dan talenta muda sebagai bagian penting dalam mendukung transisi energi. Hal itu diwujudkan melalui berbagai kegiatan dalam Energy Week 2026, termasuk Young Energy Scientist Competition, lomba cerdas cermat tingkat SMA, dan kompetisi desain konseptual Waste to Energy Conversion.
Kepala OREM BRIN Cuk Supriyadi Ali Nandar menyampaikan Energy Week 2026 merupakan penyelenggaraan tahun kedua yang diarahkan untuk mempertemukan hasil riset dengan kebutuhan industri. Kegiatan tahun ini mencakup seminar nasional, seminar internasional hasil kolaborasi dengan Kedutaan Besar Spanyol, pameran riset, serta sejumlah kompetisi bagi pelajar, mahasiswa, dan profesional.
Cuk menilai, forum tersebut menjadi ruang untuk membahas tantangan transisi energi, dekarbonisasi, dan pemanfaatan energi terbarukan. BRIN juga mendorong hasil riset bergerak dari tahap laboratorium menuju pengujian, demonstrasi, pengembangan bersama industri, hingga penerapan yang lebih luas.
“Sepanjang 2026, sejumlah riset energi BRIN dikembangkan untuk mendukung kebutuhan tersebut, antara lain teknologi PLTS 100 GW, battery energy storage system (BESS), pengembangan biofuel E20 dan B50, pemanfaatan biomassa melalui co-firing, reaktivasi pembangkit listrik tenaga panas bumi, serta teknologi konversi limbah menjadi energi,” tuturnya.
Duta Besar Spanyol untuk Indonesia Bernardo de Sicart Escoda mengatakan pengalaman Spanyol dalam mengembangkan energi terbarukan dapat menjadi ruang kerja sama dengan Indonesia. Menurutnya, peningkatan pemanfaatan energi terbarukan di Spanyol juga menghadirkan kebutuhan terhadap penguatan jaringan listrik, kapasitas penyimpanan energi, dan investasi riset.
Sementara itu, Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PT PLN (Persero) Edwin Nugraha Putra menyampaikan komitmen PLN mencapai Net Zero Emission pada 2060 melalui skenario Accelerated Renewable Energy Development (ARED). Ia menekankan transisi energi membutuhkan pengembangan jaringan transmisi, pendanaan, kesiapan rantai pasok, serta kolaborasi lintas sektor.
PLN juga mengembangkan Green Enabling Super Grid untuk menghubungkan potensi EBT di berbagai wilayah dengan pusat beban listrik. Pengembangan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan pemanfaatan EBT dan memenuhi kebutuhan listrik nasional.
Bersamaan dengan itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan, kemandirian energi merupakan salah satu isu strategis yang perlu ditangani melalui riset dan inovasi.
“Pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan bakar dapat ditempuh melalui pengembangan kendaraan listrik, pemanfaatan energi surya, diversifikasi energi, dan pengembangan sumber energi bersih lainnya,” sebut Brian.
Melalui Energy Week 2026, BRIN mendorong keterhubungan antara kebutuhan sektor energi, kapasitas riset, dan kemampuan industri. Kolaborasi tersebut diharapkan mempercepat pengembangan teknologi dari tahap penelitian menuju demonstrasi, hilirisasi, dan pemanfaatan di masyarakat.
Sumber: brin.go.id














