• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Emiten Sawit Haji Abdul Rasyid Makin Cuan

Jakarta, SAWIT INDONESIA – H. Abdul Rasyid, Pendiri Citra Borneo Indah (CBI) Grup, sebagai pemilik PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk dan PT Citra Borneo Utama Tbk mampu meningkatkan kinerja pendapatan sepanjang semester pertama 2025.

Merujuk keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, PT Citra Borneo Utama Tbk membukukan kenaikan pendapatan sebesar 38,8% menjadi Rp6,6 triliun sepanjang semest pertama 2025. Kenaikan ini ditopang penjualan produk olahan Perseroan seperti olein, stearin, dan PFAD.

Sepanjang periode enam bulan pertama tahun ini, emiten sawit konglomerat Abdul Rasyid ini meraup laba periode berjalan sebesar Rp42,206 miliar, melesat 89,1% dari Rp22,322 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan laba tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan yang masif.

Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok penjualan juga naik menjadi Rp5,73 triliun, dari sebelumnya Rp4,26 triliun. Namun, efisiensi operasional memungkinkan perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp935,46 miliar , naik 73,5% dari Rp539,25 miliar.

Sebagai informasi, PT Citra Borneo Utama Tbk mayoritas saham dimiliki PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk sebesar 70,22%.

Di sepanjang semester pertama 2025, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk mencetak kenaikan pendapatan menjadi Rp7,19 triliun sepanjang semester I 2025. Capaian ini tumbuh 39,78% dari periode sama tahun lalu berjumlah Rp5,14 triliun.

Selanjutnya, beban pokok penjualan Perseroan naik sebesar 32,13%, dari Rp3,53 triliun pada semester I 2024, menjadi Rp4,67 triliun pada semester I 2025. Tetapi, laba kotor emiten produsen perkebunan sawit dan minyak sawit mentah (CPO) itu tumbuh 56,55% menjadi Rp2,52 triliun pada semester I 2025, dibanding Rp1,61 triliun pada semester I tahun 2024.

Ciamiknya pendapatan emiten berkode SSMS ini ditopang oleh penjualan produk palm olein, palm setarin, minyak inti sawit, minyak kelapa sawit, inti sawit, dan asam lemak distilat ke pihak ketiga yakni sebesar Rp4,54 triliun, sekitar 63,16% dari total pendapatan.

Sedangkan penjualan palm olein, Palm stearin, tandan buah segar dan asam lemak distilat menyumbang pendapatan sebesar Rp2,65 triliun.

Tangan dingin Haji Abdul Rasyid mampu mendongkrak performa kedua emiten sawit. Penempatan kalangan professional membuat dua perusahaan ini semakin solid dalam operasional dan capaian pendapatan.

Saat ini, Direktur Utama PT Citra Borneo Utama Tbk adalah Rorry Christian Tobing yang memiliki pengalaman panjang di perusahaan hilir sawit seperti Wilmar, Permata Hijau Grup, Ciliandra Perkasa, dan PT. Kutai Refinery Nusantara (RGE).Apalagi emiten berkode CBUT ini bergerak mengelola bisnis hilir minyak sawit seperti RBDPO (Refined Bleached Deodorized Palm Oil), RBDPL (Refined Bleached Deodorized Palm Olein), RBDPS (Refined Bleached Deodorized Palm Stearin), PFAD (Palm Fatty Acid Distillate), dan PKE (Palm Kernel Expeller).

Sedangkan, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk dinakhodai Jap Hartono. Profesional di bidang keuangan ini mulai berkarir di emiten SSMS ini semenjak 2020. Pengalamannya di bisnis sawit antara lain pernah menjabat CFO Kencana Agri periode 2017-2019.

bergerak di bidang industri perkebunan kelapa sawit. Bisnisnya mencakup pengelolaan perkebunan kelapa sawit, pengoperasian pabrik kelapa sawit, serta produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan minyak inti sawit (palm kernel oil).

Artikel Terkait