JAKARTA, SAWIT INDONESIA - Pemerintah menegaskan komitmen penuh untuk meningkatkan kapasitas dan peran petani kelapa sawit swadaya dari hulu hingga hilir melalui wadah kelembagaan koperasi. Langkah strategis ini ditempuh guna memastikan para petani rakyat dapat menikmati nilai tambah ekonomi dari mata rantai industri sawit nasional secara berkeadilan.
Pesan strategis tersebut mengemuka dalam pembukaan Pertemuan Nasional Petani Kelapa Sawit Indonesia (PENAS) III sekaligus peringatan HUT ke-26 Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) yang diselenggarakan pada 28–29 Oktober 2026 di Jakarta. Kegiatan yang didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) ini dihadiri jajaran pengurus APKASINDO dari 25 provinsi.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi nasional bergantung pada pembenahan mendasar di hulu perkebunan.
“Pengembangan pengolahan di bagian hilir membutuhkan fondasi yang baik di tingkat usaha tani. Karena itu, penataan kegiatan budidaya dan sistem pendukungnya menjadi bagian yang tidak dapat dilepaskan dari agenda hilirisasi sawit,” ujar Rachmat Pambudy, Kamis (29/10/2026).
Rachmat menambahkan, dirinya menerima mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengakselerasi hilirisasi sawit. Oleh karena itu, sinergi dan dukungan dari organisasi petani seperti APKASINDO sangat krusial agar perencanaan pembangunan nasional dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh pelaku usaha, khususnya para petani kecil.
Poin-poin utama skema PKS koperasi 60 ton/jam, dukungan pembiayaan LPDB, kemitraan PT Agrinas Palma Nusantara, serta penguatan peran APKASINDO meliputi:
Pembangunan PKS Koperasi Berkapasitas 60 Ton per Jam:
- Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mendorong koperasi petani sawit untuk memperluas peranannya memasuki lini industri pengolahan CPO (Crude Palm Oil).
- Kemenkop memaparkan rencana pengembangan pabrik kelapa sawit berbasis koperasi berkapasitas 60 ton per jam yang disokong oleh hamparan kebun rakyat seluas kurang lebih 7.000 hektare.
Dukungan Pembiayaan Bergulir LPDB:
- Kemenkop menyatakan kesiapannya mendampingi koperasi-koperasi di bawah APKASINDO, termasuk dalam memfasilitasi akses pembiayaan melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB).
Kemitraan Strategis Bersama PT Agrinas Palma Nusantara:
- Menkop mendorong pembentukan kemitraan berkelanjutan antara koperasi petani dan BUMN PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) dalam pengelolaan tata kelola kebun sawit.
Harmonisasi Rantai Pasok dan Stabilitas Harga TBS:
- Ketua Umum APKASINDO, Gulat ME Manurung, menyambut hangat dukungan pemerintah dan menekankan pentingnya ruang bagi petani untuk menikmati nilai tambah komoditas.
- Gulat menggarisbawahi krusialnya menjaga hubungan harmonis antara petani swadaya, pabrik CPO komersial tanpa kebun, serta pabrik terintegrasi (inti-plasma) agar perbedaan kepentingan tidak berkembang menjadi pertentangan yang merugikan petani.
APKASINDO sebagai Mitra Strategis Pemerintah:
- Ketua Dewan Pembina DPP APKASINDO, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, mendorong organisasi petani untuk terus memposisikan diri sebagai jembatan penghubung antara petani, dunia usaha, dan pemerintah demi mendukung keberhasilan program pembangunan ekonomi nasional.
Melalui sinergi hulu-hilir, dukungan pendanaan LPDB, dan pembentukan industri pengolahan berbasis koperasi, pemerintah dan APKASINDO optimistis masa depan petani sawit rakyat Indonesia akan semakin mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.
Sumber: antaranews.com














