• Senin, 5 Oktober 2026
Berita Terbaru

Ekspor Sawit Indonesia Tumbuh Sepanjang Triwulan I 2024, Imbas Permintaan Dua Negara Ini

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan kinerja ekspor crude palm oil (CPO) pada triwulan pertama 2024 ke beberapa negara meningkat. Ekspor tujuan Pakistan meningkat 68,49% menjadi 741 ribu ton berbanding 440 ribu ton pada 2023, demikian juga untuk India yang naik dengan 3,62% menjadi 1,223 ribu ton berbanding dengan 1,180 ribu ton untuk tahun 2023.

Namun, ekspor CPO Indonesia juga mengalami penurunan, seperti ke China dan Uni Eropa.

“Sedangkan untuk tujuan China secara yoy maret 2024 lebih rendah 4,2% berbanding dengan tahun 2023, tujuan Uni Eropa 3% lebih rendah dan Amerika Serikat 1,16% lebih rendah,” ujar Direktur GAPKI Mukti Sardjono dalam keterangan persnya, Rabu (29/5/2024).

Adapun kinerja ekspor secara bulanan (mont to mont) dari bulan Februari ke Maret yang terbesar terjadi untuk tujuan India yakni sebesar 216 ribu ton menjadi 456 ribu ton setelah turun sebesar 287 ribu ton pada bulan Februari.

Lalu, diikuti oleh Bangladesh yang naik sebesar 128 ribu ton menjadi 162 ribu ton setelah turun 43 ribu ton pada bulan Februari dan China yang naik sebesar 121 ribu ton menjadi 447 ribu ton setelah turun 49 ribu ton pada bulan Februari.

Penurunan volume ekspor pada bulan Maret terjadi untuk tujuan Amerika Serikat sebesar 74 ribu ton menjadi 129 ribu ton, UE sebesar 24 ribu ton menjadi 317 ribu ton dan Malaysia sebesar 37 ribu ton menjadi 52 ribu ton.

Untuk kinerja total ekspor bulan Maret sendiri mengalami kenaikan 18,21% yaitu dari 2.166 pada bulan Februari menjadi 2.560 ribu ton pada bulan Maret. Kenaikan ekspor pada bulan Maret yang terbesar terjadi pada CPO sebesar 114,73% dari 152 ribu ton pada bulan Februari menjadi 327 ribu ton, diikuti oleh oleokimia sebesar 17,91% dari 364 ribu ton pada bulan Februari menjadi 429 ribu ton dan olahan CPO sebesar 12,20% dari 1.495 ribu ton pada bulan Februari menjadi 1.677 ribu ton.

Penurunan ekspor bulan Maret terjadi pada PKO sebesar 98,73% menjadi 0,19 ribu ton dari 15 ribu ton pada bulan Februari, pada biodiesel sebesar 54,54% menjadi 5 ribu ton dari 11 ribu ton pada bulan Februari dan pada olahan PKO sebesar 5,69% menjadi 121 ribu ton dari 129 ribu ton pada bulan Februari. Nilai ekspor bulan Maret naik 4,47% menjadi 2.178 juta USD dari 2.082 juta USD pada bulan Februari yang didukung oleh kenaikan harga CPO dari USD 965/ton menjadi USD1.042/ton.

Artikel Terkait