• Kamis, 24 September 2026
Berita Terbaru

Ekspor & Konsumsi Melonjak Tajam, Stok Sawit Nasional per Juni 2026 Menyusut

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Stok minyak sawit Indonesia mengalami penyusutan pada akhir Juni 2026 seiring dengan lonjakan volume ekspor dan konsumsi domestik yang melampaui pertumbuhan produksi bulanan.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), ekspor produk sawit nasional pada Juni 2026 meroket hingga 3,27 juta ton, atau mengalami lonjakan 64,08 persen dibandingkan bulan Mei 2026 yang tercatat sebesar 1,99 juta ton.

Peningkatan signifikan ini didorong oleh kenaikan pada seluruh lini produk. Ekspor olahan minyak sawit melesat 66 persen menjadi 2,35 juta ton, CPO melonjak drastis 980 persen menjadi 335.000 ton, serta olahan minyak inti sawit naik 110 persen menjadi 116.000 ton. Secara kumulatif sepanjang Januari–Juni 2026, total ekspor produk sawit telah mencapai 16,59 juta ton atau tumbuh 5,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan volume pengiriman ini turut mendongkrak nilai devisa ekspor. Nilai perdagangan sawit pada Juni 2026 menembus US,92 miliar—naik 57,45 persen dari US,49 miliar pada Mei—meskipun rata-rata harga ekspor CPO mengalami koreksi tipis 4,32 persen menjadi US,174 per ton. Secara kumulatif semester pertama 2026, nilai ekspor sawit nasional menyentuh angka US,45 miliar.

India dan Pasar Global Catat Lonjakan Impor

India memimpin daftar tujuan utama dengan kenaikan ekspor bulanan paling spektakuler. Pengiriman sawit ke India pada Juni 2026 mencapai 328.000 ton, meroket 396 persen secara month-to-month.

Konstelasi serupa terjadi di berbagai pasar utama lainnya:

  • Cina: 256.000 ton (naik 67%)
  • Pakistan: 132.000 ton (naik 88%)
  • Malaysia: 129.000 ton (naik 149%)
  • Afrika: 114.000 ton (naik 45%)
  • Bangladesh: 98.000 ton (naik 133%)
  • Amerika Serikat: 85.000 ton (naik 64%)

Sebaliknya, koreksi tipis terjadi pada ekspor ke Rusia yang turun 20 persen menjadi 25.000 ton dan Uni Eropa yang melemah 2 persen menjadi 4.000 ton.

Konsumsi Domestik dan Produksi Tumbuh

Selain pasar luar negeri, penyerapan di dalam negeri juga menunjukkan tren menanjak. Total konsumsi domestik pada Juni 2026 mencapai 2,201 juta ton, naik 5,92 persen dari bulan sebelumnya. Sektor biodiesel menjadi motor penggerak utama dengan konsumsi mencapai 1,131 juta ton, disusul kebutuhan pangan sebesar 878.000 ton dan oleokimia sebanyak 192.000 ton. Secara kumulatif Januari–Juni 2026, konsumsi domestik telah mencapai 12,994 juta ton.

Di sisi hulu, produksi Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel Oil (PKO) nasional pada Juni 2026 sebetulnya ikut terkerek naik 8,59 persen menjadi 5,27 juta ton dibandingkan Mei 2026. Sepanjang semester pertama 2026, total produksi kumulatif mencapai 30,28 juta ton.

Kendati produksi mengalami peningkatan, tingginya laju permintaan ekspor dan domestik membuat cadangan akhir ikut tergerus. Dengan memperhitungkan stok awal tahun sebesar 2,06 juta ton, tambahan produksi, impor, serta dikurangi total konsumsi dan ekspor, stok akhir sawit nasional per Juni 2026 ditutup pada angka 2,84 juta ton—turun dibandingkan posisi Mei 2026 yang sempat berada di level 3,04 juta ton.

Sumber: ekonomi.bisnis.com

Artikel Terkait