TANJUNG PANDAN, SAWIT INDONESIA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menggelar kegiatan edukasi publik bertajuk Customs x BPDP Goes to School di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 14–15 Oktober 2026.
Inisiatif lintas lembaga Kemenkeu ini bertujuan untuk meningkatkan literasi generasi muda mengenai peran strategis kelapa sawit, kakao, dan kelapa dalam menopang perekonomian nasional, sekaligus mengenalkan tata kelola dana perkebunan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diselenggarakan di SMA Negeri 2 Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung (14 Oktober 2026) dan SMA Negeri 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur (15 Oktober 2026). Rangkaian sosialisasi diikuti secara antusias oleh para pelajar SMA, SMK, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Tanjung Pandan dan Manggar.
Narasumber dari Divisi Komunikasi dan Layanan Informasi BPDP, Taufiqurrokhman, membawakan materi bertajuk “Kenal dan Lebih Dekat dengan Perkebunan dan BPDP”. Melalui pendekatan interaktif, para pelajar diperkenalkan pada berbagai produk turunan hulu-hilir sawit yang dekat dengan kebutuhan harian, mulai dari produk pangan, kebutuhan rumah tangga, hingga energi terbarukan.
Poin-poin utama program Beasiswa SDM Perkebunan, realisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bangka Belitung, serta mandat pengelolaan dana BPDP meliputi:
Peluang Beasiswa SDM Perkebunan Nasional (Naik 5.000 Kuota):
- Taufiqurrokhman memaparkan bahwa sektor perkebunan membutuhkan tenaga profesional dari beragam disiplin ilmu, tidak terbatas pada bidang pertanian semata, tetapi juga mencakup teknik mesin, teknologi informasi, akuntansi, agribisnis, hingga manajemen bisnis.
- Pada periode 2023–2025, sebanyak 127 mahasiswa asal Kepulauan Bangka Belitung telah berhasil memperoleh Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit.
- Pada tahun 2026, kuota penerima beasiswa secara nasional resmi ditingkatkan dari 4.000 menjadi 5.000 mahasiswa, memberikan peluang lebih luas bagi lulusan SMA/SMK/SLB Banten dan Bangka Belitung untuk mengakses pendidikan perguruan tinggi gratis.
Realisasi Program PSR di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung:
- Dalam fungsi utamanya mendanai penguatan hulu sawit, BPDP mencatat bahwa sepanjang periode 2016–2026, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Bangka Belitung telah menjangkau 1.531 pekebun.
- Total area yang diremajakan mencapai 2.337 hektare dengan realisasi penyaluran dana mencapai Rp65,9 miliar. Program ini mengganti tanaman tua milik rakyat dengan benih unggul bersertifikat untuk meningkatkan produktivitas tanpa ekstensifikasi lahan.
Kolaborasi Inklusif Kementerian Keuangan:
- Sebagai unit pengelola dana di bawah Kementerian Keuangan, BPDP terus memperkuat riset, promosi, serta sarana prasarana guna mendorong nilai tambah komoditas perkebunan.
- Kehadiran program Customs x BPDP Goes to School menegaskan komitmen Kemenkeu dalam menghadirkan literasi publik yang inklusif, merangkul para pelajar dari sekolah umum hingga SLB guna mempersiapkan SDM muda yang siap berinovasi dan berkarier di sektor industri agribisnis berkelanjutan.
Melalui sinergi edukasi ini, generasi muda di Kepulauan Bangka Belitung diharapkan tidak hanya melihat perkebunan sawit sebagai komoditas lahan semata, melainkan pusat inovasi, peluang usaha, dan karier masa depan yang berkelanjutan.
Sumber: bpdp.or.id
















