Jakarta, SAWIT INDONESIA - Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pengangkatan Juri Ardiantoro dan Aminuddin Ma’ruf sebagai Wakil Menteri di jajaran Kabinet Merah Putih. Diketahui dua-duanya merupakan lulusan atau alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang masing-masing menjabat sebagai Wakil Menteri Sekretariat Negara (Mensesneg) dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Adapun, Juri Ardiantoro sendiri dikenal sebagai mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI periode 2016-2017. Dia terpilih setelah rapat pleno anggota KPU untuk menggantikan Husni Kamil Manik yang tutup usia pada Kamis, 7 Juli 2016.
Sebelum menjabat di KPU tingkat pusat, pria kelahiran Brebes, Jawa Tengah, 6 April 1973 itu lebih dahulu menduduki kursi anggota KPU Provinsi DKI Jakarta sejak 2003. Selanjutnya, dia dipercaya menjadi Ketua KPU Provinsi DKI Jakarta selama periode 2008 hingga 2013.
Sebelum terjun ke pemerintahan, Juri mengawali kariernya sebagai staf pengajar Sosiologi di SMA Labschool Jakarta pada 1999 hingga 2000. Kemudian, dia beberapa kali pindah tempat mengajar di perguruan tinggi Indonesia, yaitu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Bung Karno (2001-2003) dan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sejak 2005.
Pada 2002, lulusan Sarjana Pendidikan Sejarah Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan atau IKIP Jakarta (sekarang UNJ) itu mulai mendedikasikan dirinya sebagai Asisten Peneliti pada Pusat Kajian Komunikasi FISIP Universitas Indonesia (UI) dan Lab Sosio Departemen FISIP UI. Dia diketahui memiliki ketertarikan pada penelitian di bidang sosial dan politik.
Pada Kamis, 16 September 2021, Juri secara resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) masa khidmat 2021 hingga 2025 oleh Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj. Dia menggantikan Mochammad Maksoem Machfoedz yang telah menjabat pada 2015 hingga 2021.
Namun, Juri sempat mengajukan permohonan nonaktif sebagai Rektor Unusia pada Senin, 6 November 2023 hingga pelaksanaan pemungutan suara pemilihan umum (Pemilu) pada Rabu, 14 Februari 2024.
Selain menjabat Rektor Unusia, Juri dilantik menjadi Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Informasi dan Komunikasi Politik pada Senin, 22 Juni 2020. Akan tetapi, dia memilih mundur dari jabatannya dengan dalih untuk menjaga netralitas aparatur sipil negara (ASN) lantaran bergabung dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Sebelum bergabung dengan TKN Prabowo-Gibran, Juri diketahui juga sempat menjadi bagian dari TKN Jokowi-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019. Saat itu, dia ditunjuk menjadi Wakil Direktur TKN yang kerap membantu memberi masukan dalam persiapan Jokowi-Ma’ruf dalam pencalonan, termasuk persiapan debat capres-cawapres.
Sementara itu, Aminuddin Ma’ruf dikenal lantaran diangkat sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi dari kalangan generasi milenial yang ditugaskan untuk membangun dan menjaga komunikasi dengan kelompok strategis dari pesantren, mahasiswa, dan komunitas desa. Selain itu, Aminuddin juga pernah sukses menjadi penanggung jawab dalam perhelatan akbar Nusantara Bersatu yang mempertemukan elemen-elemen relawan dengan Presiden Jokowi.
Aminuddin Ma’ruf merupakan sosok Staf Khusus Presiden Jokowi yang lahir pada 27 Juli 1986 di Desa Tanahbaru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Seperti dilansir dari laman Nu.or.id, Aminuddin Ma’ruf merupakan mantan aktivis yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) periode 2014 hingga 2017. Lebih lanjut, sebelum terpilih sebagai Ketua Umum PB PMII melalui jalur voting dengan perolehan 102 suara pada pemilihan putaran kedua, Aminuddin Ma’ruf merupakan Ketua Biro Pemberdayaan Ekonomi PB PMII.
Aminuddin Ma’ruf yang terpilih sebagai Ketua Umum PB PMII pada Kongres Jambi yang berlangsung mulai 30 Mei hingga 10 Juni 2014 tersebut berhasil menyelesaikan studi S1-nya di Universitas Negeri Jakarta atau UNJ dan telah menyelesaikan studi magisternya di Universitas Trisakti. Selain itu, Aminuddin Ma’ruf juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Solidaritas Ulama Muda Jokowi atau Samawi.
Rekam jejaknya tersebut yang membuat dirinya ditunjuk sebagai Staf Khusus Presiden Jokowi pada Kamis, 21 November 2019 silam.














