JAKARTA, SAWIT INDONESIA – Dr. Rusman Heriawan meraih penghargaan Sawit Indonesia Awards 2023 kategori Lifetime Achievement di Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Ketua Panitia Sawit Indonesia Award 2023, Qayuum Amri menjelaskan bahwa Majalah Sawit Indonesia pertama kali menginisiasi penghargaan bergengsi ini pada 2022 di Jakarta di mana peraih penghargaan mencapai 55 penerima dari berbagai kalangan dan lintas profesi.
Menurutnya, peraih Sawit Indonesia Award 2023 ini dinilai berdasarkan rekam jejak mereka di media massa terutama berkaitan kegiatan, kebijakan, dan program yang mereka jalankan. Sebagaimana tahun lalu, penilaian internal Majalah Sawit Indonesia berdasarkan kepada tiga aspek yaitu komunikasi, informasi, dan komitmen.
Sebagai informasi, Rusman Heriawan adalah mantan Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014. Sebelumnya, ia dikenal sebagai praktisi statistik yang kemudian berkecimpung dalam bidang pertanian. Sebagai statistisi, ia menjabat sebagai Kepala BPS sejak 2006-2011. Pria ini juga menjabat sebagai Ketua Biro Statistik Asia-Pasifik dan Ketua statistik negara-negara Islam.
Dalam dunia persawitan, saat ini, Rusman sebagai Ketua Dewan Pengawas DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir). Ia dikenal getol dalam mendorong kemandirian petani sawit termasuk dalam kepemilikan pabrik sendiri.
Rusman Heriawan yang juga Redaksi Ahli Majalah Sawit Indonesia mengungkapkan bahwa pembangunan pabrik sawit merupakan gagasan bagus dengan mempertimbangkan sejumlah aspek dan tantangan. Definisi mini plant atau pabrik mini harus diperjelas lagi berapa kapasitas olah TBS-nya. “Apakah kapasitas cukup 20 ton TBS per jam, ukuran kapasitas ini harus didiskusikan bersama,” ujar Rusman.
Ia melanjutkan pabrik sawit petani sebaiknya memperhatikan keberlanjutan dalam kegiatan bisnisnya. Pengalaman menunjukkan tidak mudah bertahan menjaga keberlanjutan pabrik. Ada dua aspek penting keberlanjutan pabrik yaitu produksi dan pasar. “Disinilah studi kelayakan sangat dibutuhkan sebelum pabrik dibangun. Jangan sampai sebatas semangat saja. Tapi manajemen pengeloaan pabrik petani perlu diperhatikan,” ujarnya seperti dikutip Majalah Sawit Indonesia beberapa waktu lalu.














