Atas inovasi yang dilakukan yakni membuat alat panen sawit (egrek) berbasis digital, Dr.Eng. Erwin Widodo meraih penghargaan di 4th Sawit Indonesia Award 2025 dari Majalah Sawit Indonesia.
Penghargaan Sawit Indonesia Award (SI Award) kategori ‘Inovator Egrek Digital Sawit’ diterima langsung Dr.Eng. Erwin Widodo, yang diserahkan oleh Direktur Marketing Majalah Sawit Indonesia, Yasin Permana, pada Selasa (16 Desember 2025), di Jakarta.
Dari informasi yang dihimpun tim redaksi Majalah Sawit Indonesia, inovasi alat panen sawit (red-egrek) yang dikembangkan melalui Egrek Digital oleh tim yang diketuai Dr Eng Erwin Widodo. Pengembangan egrek digital mengusung nama ‘Egrek Digital Merah Putih’.
Egrek tersebut memiliki desain bilah egrek dengan 14 parameter yang 100% comply dengan SNI, desain galah teleskopik beserta clamp-nya, serta kamera pendeteksi tingkat kematangan buah berbasis machine learning. Inovasi ini dirancang untuk mengatasi ketergantungan terhadap bilah egrek (alat yang digunakan dalam pemanenan sawit) impor serta meningkatkan produktivitas panen tandan buah sawit.
Dikutip dari sawitindonesia.com, Egrek Digital Merah Putih hasil inovasi dari Dr.Eng. Erwin Widodo dan tim, telah merancang dan memproduksi yang disesuaikan dari aspek desain, proses manufaktur bilah egrek, disain detektor kematangan, serta koneksi detektor ke smartphone pemanen tanpa internet. Versi bilah egrek telah sampai pada iterasi ke 7, sedangkang detektor kematangan telah sampai versi 9. Capaian ini dapat diperoleh setelah pelaksanaan serangkaian uji coba di kebun sawit milik swasta besar (PT Astra Agro Lestari, Riau), swasta menengah (PT BGA, Kalteng), milik pemerintah (PTPN IV, Banten), milik Koperasi Sawit (Pelaihari, Kalsel), maupun sejumlah petani sawit mandiri (Jatim dan Riau).Upaya ini dilakukan untuk mengevaluasi kinerja bilah egrek sehingga dapat bekerja secara optimal pada kondisi nyata.
Dalam sambutan singkatnya, Dr.Eng. Erwin Widodo menyampaikan terima kasih kepada Majalah Sawit Indonesia yang telah mengapresiasi inovasi (egrek digital sawit). “Mudah-mudahan penghargaan ini dapat memperkuat lagi kerjasama perguruan tinggi dengan industri sawit,” ucapnya, pada Selasa (16 Desember 2025), di Jakarta.
Peneliti yang akrab disapa Eru ini, merupakan satu dari 45 penerima penghargaan SI Award, di ajang 4th Sawit Indonesia Award 2025.
Ketua Pelaksana 4th Sawit Indonesia Award 2025 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri mengutarakan inovasi yang dilakukan Dr. Erwin Widodo, akademisi dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), sudah sepatasnya mendapatkan apresiasi.
“Mengapa, sebab upaya yang telah dilakukan secara tidak langsung mendukung sektor perkelapasawitan nasional. Inovasi egrek digital sawit yang diberi nama Egrek Digital Merah Putih, membawa harapan baru bagi perkebunan sawit untuk meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan hasil panen sawit, karena dilengkapi juga dengan pendeteksi kematangan buah (sawit),” ucapnya, saat ditemui usai penyerahan SI Award, di Jakarta.
Seperti diketahui, egrek pada sektor perkebunan sawit memiliki peran penting dan akan berdampak pada produktivitas sawit. Egrek sebagai alat bantu panen untuk memotong Tandan Buah Segar (TBS) atau buah sawit dari pohon yang tinggi (di atas 3-12 meter) yang tidak bisa dijangkau dengan cara manual, serta untuk memotong pelepah daun tua yang sudah kering, dengan cara ditarik atau disentak menggunakan galah panjang.
“Dengan adanya inovasi egrek digital sawit ini, di tengah menurunnya tenaga kerja pemanen. Maka dapat menjadi solusi yang tepat, dalam meningkatkan produktivitas dan memaksimalkan hasil panen sawit, baik di kebun rakyat maupun yang dikelola perusahaan,” pungkas Qayuum.














