• Senin, 26 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dorong Devisa & Rantai Pasok, BPDP-Apolin Ajak UMKM Garap 200 Turunan Oleokimia Sawit

Malang, SAWIT INDONESIA — Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (Apolin) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) memacu integrasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam ekosistem rantai pasok industri oleokimia nasional.

Langkah strategis ini ditujukan untuk memperkuat serapan pasar domestik produk turunan sawit yang selama ini menopang devisa ekspor hingga US miliar atau sekitar Rp108 triliun per tahun.

Ketua Umum Apolin, Markus Susanto, mengungkapkan bahwa dari total produksi oleokimia nasional, porsi ekspor saat ini mendominasi hingga 70 persen, sementara penyerapan domestik baru berkisar 30 persen. Luasnya ceruk pasar dalam negeri tersebut membuka peluang masif bagi UMKM untuk mengolah bahan mentah industri seperti fatty acid, soap noodle, dan gliserin menjadi produk konsumen bernilai tambah tinggi.

"Produk oleokimia merupakan komponen utama barang kebutuhan harian, mulai dari sabun, kosmetik, sampo, hingga deterjen. Besarnya daya serap ini membuktikan keterkaitan erat antara industri turunan sawit dengan penguatan sektor usaha kecil," ujar Markus dalam agenda Pekan Jurnalis dan UMKM Sawit 2026 di Malang, Jawa Timur.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan bahwa sawit menyimpan sedikitnya 200 jenis produk turunan yang siap diolah menjadi barang jadi maupun bahan baku pendukung manufaktur kreatif.

"Pemanfaatan bahan berbasis sawit membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing melalui inovasi produk oleofood, kerajinan, hingga perawatan tubuh. Mengingat kontribusi sawit mencapai 9 persen dari total ekspor non-migas nasional, keterlibatan UMKM akan memperkokoh motor hilirisasi energi dan penyerapan tenaga kerja," tutur Helmi.

Artikel Terkait