Jakarta, SAWIT INDONESIA – Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat mengatakan dapat memantau distribusi TBS (Tandan Buah Segar) aswit dari kebun hingga pabrik melalui penggunaan sistem pemantauan berbasis digital.
“Kami pastikan setiap pabrik sawit memperoleh persetujuan ekspor. Transparansi stok dan arus distribusi terus kami pantau, terutama di sentra produksi seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Utara,” jelasnya dalam laman Ditjen Perkebunan, Sabtu (28 Februari 2026).
Abdul Roni mengatakan pengaturan ritme pasokan dilakukan secara cermat agar peningkatan kebutuhan biodiesel tidak mengurangi kuota bahan baku minyak goreng, baik curah maupun kemasan (Minyakita).
Khusus Ramadhan dan Lebaran tahun ini, Kementan pastikan stok dan produksi di tingkat hulu mampu mengantisipasi lonjakan permintaan yang secara historis meningkat 10–15 persen.
“Koordinasi lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan, terus diperkuat guna mencegah potensi hambatan distribusi dari pabrik hingga ke tahap pengemasan,” kata Roni.
Menurutnya dengan sinergi kebijakan, penguatan produktivitas rakyat, dan sistem data yang semakin terintegrasi, pemerintah optimistis stabilitas pasokan dan harga minyak goreng nasional tetap terjaga, sekaligus mendukung agenda transisi energi melalui biodiesel secara berimbang dan berkelanjutan.














