Yogyakarta, SAWIT INDONESIA - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan (Kementerian Pertanian) menegaskan untuk mewujudkan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit harus diimbangi dengan pengembangan atau peningkatan sumber daya manusianya.
“Kita tidak bisa kendor dalam mendapatkan sumber daya manusia (SDM) untuk perkebunan kelapa sawit. Sebab, SDM menjadi kunci dalam hal pengembangan perkebunan kelapa sawit kini dan di masa mendatang, terutama dalam peningkatan produktivitas,” ujar Ir. Baginda Siagian, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma – Ditjen Perkebunan.
Hal ini disampaikannya saat menjadi narasumber di Workshop Sumber Daya Manusia Industri Perkebunan Kelapa Sawit dengan tema “Penyiapan SDM untuk Mendukung Keberlanjutan Perkebunan Kelapa Sawit”, yang diadakan INSTIPER Yogyakarta, Selasa (9 Desember 2025).
Baginda menjelaskan dalam rangka peningkatan produktivitas di sektor perkebunan kelapa sawit, pemerintah memiliki program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang diwujudkannya melalui pendidikan dan pelatihan. Program ini sudah berjalan sejak 2016 lalu, dengan jumlah yang terus bertambah setiap tahunnya.
“Pendidikan melalui Beasiswa pendidikan tinggi vokasi (D1, D2, D3, D4) & akademik (S1). Pada 2025 sebanyak 4000 mahasiswa yang diselenggarakan di 41 lembaga pendidikan tinggi dengan 92 program studi. Sedangkan, pelatihan (teknis, manajerial dan kewirausahaan) melalui program pengembangan SDM perkebunan kelapa sawit yang pada tahun 2024 diikuti 4.000 pekebun,” katanya.
“Jumlah peserta pendidikan dan pelatihan, pada 2025 ditargetkan bertambah. Pendidikan (beasiswa) menjadi 5.000 mahasiswa dan pelatihan menjadi 15.000 pekebun,” imbuh Baginda.
Dengan program pendidikan dan pelatihan, maka akan terwujud tenaga kerja kebun hingga manajer kebun yang kompeten. Tanpa itu, produktivitas tidak akan naik.
“Kami juga berharap lulusan program beasiswa dan pelatihan mampu mendistribusikan knowledge dan skill kepada komunitas pekebun dan perusahaan sehingga terjadi percepatan adopsi praktik baik di lapangan,” ucap Baginda.
Dari data Ditjen Perkebunan, saat ini produktivitas sawit rata-rata 3 ton CPO/ha/thn. Sedangkan potensinya bisa mencapai 5-6 ton CPO/ha/thn.
Sekali lagi, tegas Baginda apa yang telah dilakukan pemerintah untuk sektor perkebunan kelapa sawit, terutama dalam pengembangan SDM-nya tak lain untuk peningkatan produktivitas. Jadi, semua upaya pengembangan SDM di sektor perkebunan kelapa sawit untuk peningkatan produktivitas.
Upaya tersebut dalam kerangka mengoptimalkan potensi dari sektor perkebunan kelapa sawit nasional yang berkembang menjadi skala industri, yang berkontribusi besar pada perekonomian nasional dan daerah. Hal ini, tidak bisa dipungkiri pertumbuhan industri kelapa sawit juga berperan penting pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.














