Yogyakarta, SAWIT INDONESIA — Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma (SALMA), Kementerian Pertanian (Kementan), Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P, menegaskan pentingnya peran sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menjaga daya saing industri kelapa sawit nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Wisuda Sarjana ke-86 dan Pascasarjana ke-32 Institut Pertanian STIPER (INSTIPER) Yogyakarta tahun 2026, pada Sabtu (23 Mei 2026)
Dalam sambutannya, Iim menyebut sektor kelapa sawit menjadi salah satu penopang strategis ketahanan energi nasional sekaligus penyumbang devisa terbesar nonmigas Indonesia.
“Industri kelapa sawit membutuhkan SDM yang kompeten, kapabel, dan optimistis untuk menghadapi tantangan produktivitas, tekanan isu global, liberalisasi pasar, hingga perubahan iklim,” ujar Iim.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, luas perkebunan kelapa sawit Indonesia saat ini mencapai 16,83 juta hektare dengan produksi sekitar 47,4 juta ton setara crude palm oil (CPO). Industri tersebut juga disebut mampu menciptakan lapangan kerja bagi sekitar 16,5 juta orang, baik secara langsung maupun tidak langsung dari sektor hulu hingga hilir.
Menurut Iim, penguatan kualitas SDM menjadi bagian penting dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045, khususnya melalui program ketahanan pangan dan energi nasional.
Kelapa sawit menjadi salah satu resource energi yang sangat potensial.
"Karena itu, pengembangan SDM perkebunan harus terus diperkuat agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan industri,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Iim juga mengapresiasi kontribusi INSTIPER dalam mencetak tenaga profesional perkebunan sawit. Pada wisuda tahun ini, terdapat 50 lulusan penerima Program Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit angkatan pertama tahun 2022 yang berhasil menyelesaikan studi mereka.
Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung pembangunan industri sawit berkelanjutan di Indonesia.
“Saya menilai inilah bentuk kontribusi konkret dalam mencetak SDM industri perkebunan kelapa sawit yang berkualitas,” ujarnya.
Selanjutnya Iim berpesan kepada para wisudawan agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan tinggi. Ia mendorong lulusan INSTIPER memiliki tiga bekal utama, yakni karakter, kompetensi, dan keterbukaan wawasan.
“Wisuda bukan akhir perjalanan, tetapi awal perjalanan panjang. Jadilah manusia yang memiliki karakter kuat, kompetensi yang baik, serta wawasan luas terhadap budaya, teknologi, dan keuangan,” katanya.
Ia juga meminta INSTIPER terus menjadi “kawah candradimuka” bagi lahirnya SDM sawit yang inovatif, berintegritas, dan mampu membawa kemajuan bagi industri kelapa sawit nasional.














