• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dinas TPHP Bengkulu: Jangan Bawa Pulang Sertifikat, Bawa Pulang Ilmu ke Kebun

Bengkulu, SAWIT INDONESIA – Sertifikat boleh menjadi bukti telah mengikuti pelatihan. Namun, bagi pekebun sawit, hasil yang sesungguhnya harus terlihat di kebun.

Ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus diterapkan untuk menghasilkan tandan buah segar (TBS) yang lebih berkualitas, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya memberikan harga yang lebih baik bagi pekebun.

Pesan tersebut disampaikan perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu saat penutupan Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 yang diikuti 160 peserta asal Kabupaten Seluma, Senin (24/8/2026).

Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit serta Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit tersebut diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY), dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

Kepala Bidang Perkebunan dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Bickman, SH., MH, menegaskan, pengetahuan yang diperoleh peserta selama pelatihan harus segera dipraktikkan. Bahkan, ilmu tersebut diharapkan tidak berhenti pada peserta, tetapi ikut ditularkan kepada keluarga dan pekebun lain di lingkungan masing-masing.

“Jangan sampai habis acara, habis juga. Manfaatkan ilmu-ilmu yang didapat, praktikkan,” ujarnya, pada Senin (24 Agustus 2026), di Bengkulu

Menurutnya, keberhasilan pelatihan pada akhirnya harus dapat dirasakan melalui perubahan nyata di kebun. Teknik budidaya yang lebih tepat, panen sesuai kriteria matang, serta penanganan pascapanen yang baik akan berpengaruh terhadap kualitas TBS.

Dampaknya diharapkan tidak berhenti pada mutu buah, tetapi juga berujung pada nilai ekonomi yang lebih baik.

“Ketika bapak-bapak dan ibu-ibu benar-benar menerapkan ini, harga TBS insyaallah ke depannya tidak akan mengecewakan,” katanya.

Ia menilai materi yang diberikan AKPY dengan menghadirkan praktisi dan akademisi menjadi bekal penting bagi pekebun. Tantangannya kini adalah menerjemahkan pengetahuan tersebut menjadi kebiasaan baru dalam pengelolaan kebun.

Dengan demikian, pelatihan tidak sekadar menambah wawasan, tetapi benar-benar mengubah cara pekebun membudidayakan tanaman, menentukan waktu panen, dan menangani TBS setelah dipanen.

Field Trip Jadi Pembelajaran Nyata

Pembelajaran juga diperkuat melalui kegiatan field trip ke perusahaan perkebunan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung bagaimana standar pengelolaan kebun dan penanganan hasil diterapkan di lapangan.

Perwakilan Dinas TPHP Bengkulu mengapresiasi keterbukaan PT Sandabi yang menerima kunjungan peserta pelatihan.

Menurutnya, kesempatan tersebut penting karena tidak semua perusahaan membuka akses bagi pekebun untuk melihat praktik pengelolaan perkebunan secara langsung.

“Tidak semua perusahaan itu mau. Artinya, keterbukaan itu sangat-sangat kami apresiasi,” ujarnya.

Selain keterbukaan dalam menerima peserta field trip, ia juga mengapresiasi kontribusi PT Sandabi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di Kabupaten Seluma yang disebut telah mencapai lebih dari Rp2 miliar, termasuk untuk pembangunan masjid.

Dari Pelatihan ke Kebun

Sebanyak 160 pekebun Seluma mengikuti pelatihan Teknis Budidaya serta Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit dalam Program SDMP 2026. Pemerintah daerah berharap pelatihan tersebut menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar kegiatan yang selesai setelah peserta meninggalkan ruang kelas.

Ilmu yang diperoleh diharapkan diterapkan di kebun, dibagikan kepada pekebun lain, dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap produktivitas, mutu TBS, serta kesejahteraan pekebun.

Ilmu tidak boleh berhenti sebagai materi pelatihan. Ia harus terlihat dari cara pekebun merawat tanaman, memanen buah, menjaga mutu TBS, hingga memperoleh hasil ekonomi yang lebih baik.

“Ke kebun sawit membawa dodos, buah dipanen dengan teliti. Mari tingkatkan mutu dan produktivitas demi kesejahteraan pekebun negeri,” ujarnya.

Artikel Terkait