• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dihadiri Gubernur dan Danrem, Ryan Harry Supriyanto Dikukuhkan Sebagai Ketua GAPKI Jambi, Ini Profilnya

Jambi, SAWIT INDONESIA – Terbang dari Jakarta ke Jambi, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono secara langsung melantik Ryan Harry Supriyanto sebagai Ketua GAPKI Jambi periode 2025-2030 Swissbel Hotel Jambi, Kota Jambi, Provinsi Jambi, Kamis (08/05/2025).

Pelantikan Ryan Harry Supriyanto mendapatkan dukungan dan perhatian penuh dari Forkompida setempat. Pelantikan juga dihadiri Gubernur Jambi,Al Haris, Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri Purwanto, S.E., M.Sc., perwakilan Kejaksaan Tinggi Jambi dan dinas terkait.

“Kami akan membangun kebersamaan dan sinergi antar anggota. Dari total 185 perusahaan perkebunan sawit di Jambi, baru 37 perusahaan yang tergabung dalam Gapki. Bagi perusahaan yang belum bergabung, mari ikut serta membangun organisasi tangguh dan menjadikan industri sawit Jambi sebagai komoditas unggulan dan berkelanjutan,” jelass Ryan.

Ryan menambahkan bahwa Gapki Jambi berkomitmen mendorong transformasi industri sawit yang lebih inklusif, ramah lingkungan, dan berorientasi jangka panjang. Tujuannya adalah untuk menjaga keberlanjutan industri dan meningkatkan kesejahteraan petani serta masyarakat Jambi.

"Kami berkomitmen untuk meningkatkan kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan," tegas pria setinggi 180 meter ini.

Pelantikan ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi GAPKI Jambi dalam memperkuat kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya.

Ke depannya, kata Ryan, Gapki sebagai organisasi sawit tertua di Indonesia akan memastikan industri kelapa sawit di Jambi berjalan berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Ryan Harry Supriyanto Ketua GAPKI Jambi periode 2025-2030 bersama jajaran pengurus

Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengajak anggota Gapki bersama meningkatkan produktivitas. Saat ini produksi CPO yang bisa dipenuhi baru 45 persen dari kebutuhan dunia, tentunya kedepan diperlukan perhatian dan keseriusan kita semua untuk mengoptimalkan potensi sawit di dalam negeri.

“Jambi merupakan salah satu provinsi utama sawit di Indonesia. Masih banyak perusahaan yang belum bergabung. Disinilah tantangan pengurus GAPKI Jambi yang dinakhodai Ryan Harry Supriyanto untuk merangkul perusahaan sawit lain,” pesan Eddy.

Sementara itu Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., enekankan pentingnya peningkatan soliditas GAPKI mengingat saat ini jumlah anggotanya baru mencapai 37 perusahaan.

"Tingkat kekompakan GAPKI Provinsi Jambi masih perlu ditingkatkan. Dari 185 perusahaan sawit anggota Gapki Jambi, baru 37 perusahaan yang aktif berpartisipasi. Oleh karena itu, saya meminta Asisten II Dinas Perkebunan untuk mengundang seluruh perusahaan sawit di Jambi guna mendorong peningkatan keanggotaan GAPKI," ungkapnya.

"Hal ini penting mengingat kita telah memasuki era pertanian modern, di mana pemerintah mendorong pengembangan kebun sawit terintegrasi dengan komoditas lain. Program tumpang sari, misalnya menanam padi gogo di lahan perkebunan sawit, selaras dengan visi pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor," lanjutnya.

"Ke depan, kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan Gapki sangat krusial untuk percepatan program pertanian berkelanjutan melalui optimalisasi lahan, seperti penerapan sistem tumpang sari," tutupnya.

Artikel Terkait