• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dihadiri 700 Peserta, Andalas Forum V Relevan Bahas Tantangan Industri Sawit

Pekanbaru, SAWIT INDONESIA – Event GAPKI se-Sumatera Andalas Forum V yang bertemakan “Hambatan, Tantangan, dan Sinergi dalam Pengelolaan Industri Kelapa Sawit Indonesia yang Berkelanjutan” dihadiri 700 peserta dari berbagai provinsi sentra sawit.

Kegiatan ini berlangsung di Pekanbaru, Riau, 22-23 Mei 2025 yang menjadi ruang diskusi dan pameran bagi para pelaku industri sawit untuk bertukar ide dan pengalaman, sekaligus memamerkan berbagai produk unggulan dari masing-masing perusahaan.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan situasi saat ini.

Menurutnya, industri sawit tengah menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun tekanan global yang tak mudah untuk dihadapi.

“Hambatan-hambatan ini masih terus ada dan memerlukan perhatian bersama. Di sisi lain, kita juga dituntut untuk mengambil peran dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Eddy Martono dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi industri sawit nasional. Menurutnya, sektor ini sangat penting karena memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara, penghidupan petani, dan penyerapan tenaga kerja.

Saat banyak industri lain mengalami penurunan, bahkan pemutusan hubungan kerja pada 2021 dan 2022, industri sawit masih bisa bertahan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan industri kelapa sawit di Indonesia secara berkelanjutan dan berdaya saing.

Sementara itu, Ketua Panitia Forum V, Dede Putra Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan jawaban atas kebutuhan zaman. Ia menyebut forum ini tidak hanya membahas aspek ekonomi, tetapi juga memperhatikan isu lingkungan yang semakin penting dalam praktik industri saat ini.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai sarana berbagi pengalaman dan menjalin sinergi antar pelaku usaha, agar bisa bersama-sama mengembangkan industri sawit yang ramah lingkungan,” kata Dede.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya forum ini. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin menjadi kunci untuk menciptakan industri sawit yang adaptif dan berkelanjutan di masa depan.

Andalas Forum V ini tidak hanya menjadi tempat berdiskusi, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan pengenalan terhadap perkembangan industri sawit Indonesia kepada masyarakat luas. Dengan semangat sinergi, diharapkan pelaku usaha dan pemangku kepentingan dapat terus mendorong transformasi industri sawit ke arah yang lebih baik.

Artikel Terkait