Palembang, SAWIT INDONESIA - Konferensi dan Pameran Andalas Forum VI secara resmi dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru. Event tahunan ini merupakan agenda rutin GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) se-Sumatera antara lain Sumatera Selatan, Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Bangka Belitung.
Pada 2026, GAPKI Sumatera Selatan dipercaya menjadi tuan rumah Andalas Forum VI yang akan berlangsung pada 16-17 April 2026 di Palembang.
Ratna Dewi, Ketua Panitia Andalas Forum VI menjelaskan bahwa Andalas Forum VI mengusung tema “Sawit Indonesia: Sinergi untuk Tata Kelola, Pertumbuhan Ekonomi dan Berkelanjutan” merupakan forum strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan (stakeholders) sektor kelapa sawit dalam rangka memperkuat sinergi, mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, serta mewujudkan tata kelola industri sawit berkelanjutan
"Kami laporkan bahwa Andalas Forum VI ini ditargetkan akan dihadiri 500 peserta, namun jumlahnya melampaui target hingga 750 peserta di hari pertama pembukaan," ujar Ratna Dewi dalam pembukaan Andalas Forum VI, Kamis (16 April 2026).
Menurut Ratna, Andalas Forum VI terdiri dari rangkaian seminar strategis dan pameran, yang dirancang untuk menjawab berbagai isu krusial industri sawit saat ini, baik di tingkat nasional maupun global.
“Kegiatan ini diramaikan oleh 48 stand pameran dengan 44 exhibitor, yang menampilkan berbagai inovasi dan dukungan terhadap industri kelapa sawit,” ujarnya.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menuturkan bahwa tema Andalas Forum di tahun ini sangatlah tepat karena industri sawit dihadapkan kepada tuntutan tata kelola yang terus berkembang.
“Harapan kami jangan sampai tuntutan tata kelola menjadi boomerang bagi keberlanjutan industri sawit. Saat ini, industri sawit telah menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia khususnya bagi sumber pendapatan masyarakat,” urai Eddy.
Andalas Forum VI dihadiri oleh Dida Gardera (Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kemenko Perekonomian RI), Leonardo Adypurnama Alias Teguh Sambodo (Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas RI), Dr. Gulat Manurung (Ketua Umum APKASINDO).
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengapresiasi Andalas Forum VI mengatakan bahwa Andalas Forum VI menjadi momentum penting dalam melakukan konsolidasi industri sawit di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Karena itulah, para pemangku kepentingan dituntut untuk mampu merumuskan solusi konkret atas berbagai hambatan yang ada. "Forum ini bukan sekadar pertemuan, tapi tempat kita membedah persoalan, baik internal organisasi maupun tantangan global," tegas Herman.
Secara resmi, dikatakan Herman Deru dalam pembukaan Andalas Forum VI dengan optimisme tinggi. Ia berharap seluruh rangkaian diskusi dan pertemuan dalam forum ini tidak berhenti pada wacana semata, melainkan melahirkan keputusan-keputusan strategis yang memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan industri sawit di Indonesia.
“Melalui sinergi yang kuat di Andalas Forum, industri sawit nasional diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia dan terus menjadi pilar utama ekonomi Indonesia,” pungkasnya.






