• Rabu, 23 September 2026
Berita Terbaru

DGL Learning Institute Bersama BPDP dan Ditjenbun Ajak 90 Pekebun Bengkulu Selatan Turun ke Kebun

Bengkulu, SAWIT INDONESIA– Pelatihan sumber daya manusia (SDM) perkebunan tidak cukup berhenti di ruang kelas. Sebanyak 90 pekebun asal Kabupaten Bengkulu Selatan diajak melihat langsung penerapan teori budidaya kelapa sawit di PT Bimas Raya Sawitindo (BRS), Rabu (12/8/2026).

Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang digelar melalui kolaborasi PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute), Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI.

Di kebun BRS, peserta tidak hanya melihat praktik budidaya, tetapi juga berdiskusi langsung dengan praktisi. Materi yang sebelumnya dipelajari di kelas dapat dibandingkan dengan penerapannya di lapangan.

Perwakilan PT Bimas Raya Sawitindo, Muhtadin AZ, mengatakan pembelajaran langsung memberikan pengalaman yang berbeda bagi pekebun.

“Tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga bisa melihat bagaimana praktik budidaya diterapkan secara langsung di kebun,” ujarnya.

Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman. Peserta dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi di kebun masing-masing untuk didiskusikan bersama tim BRS.

Hal senada disampaikan Setiawan, salah seorang peserta. Ia menilai pembelajaran di lapangan membuat teori yang diperoleh selama pelatihan lebih mudah dipahami.

“Kami bisa membandingkan teori yang sudah dipelajari dengan praktik yang sebenarnya dilakukan di kebun,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kesempatan berdiskusi langsung dengan praktisi. Berbagai persoalan teknis yang dihadapi pekebun dapat dibahas dan dicari solusinya bersama.

Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat bahwa produktivitas sawit tidak ditentukan oleh satu kegiatan, melainkan rangkaian pengelolaan yang dilakukan secara tepat dan konsisten. Mulai dari pemancangan dan penentuan titik tanam, pemupukan, hingga penyemprotan, setiap tahapan memiliki kaitan dengan keberhasilan budidaya.

Peserta didampingi Asisten Lapangan PT Bimas Raya Sawitindo, Nur Hakim dan Dendi Suryadi, yang memberikan penjelasan mengenai praktik pengelolaan kebun sekaligus menjawab pertanyaan teknis peserta.

Bagi DGL Learning Institute, perpaduan teori dan praktik menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi pekebun. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi diterapkan ketika peserta kembali ke kebun masing-masing.

Melalui kunjungan ini, pekebun juga diharapkan mampu melihat bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki di kebunnya dan memperoleh referensi praktik budidaya yang dapat disesuaikan dengan kondisi setempat.

Keberhasilan program pengembangan SDMP 2026 tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau terlaksananya pelatihan, tetapi dari sejauh mana ilmu yang diperoleh mampu mengubah cara pekebun mengelola kebun.

Pembelajaran di kelas, praktik lapangan, dan pertukaran pengalaman diharapkan menjadi bekal untuk mendorong budidaya sawit yang lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan.

Artikel Terkait