• Selasa, 6 Oktober 2026
Berita Terbaru

Dewas BPDPKS: Hasil Riset Sawit Segera Diaplikasikan untuk Kemajuan Indonesia

Nusa Dua, SAWIT INDONESIA – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) telah sukses melangsungkan dua agenda penelitian dalam satu rangkaian acara Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) ke-8 dan Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa, yang diadakan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), di Bali, pada Kamis – Jum’at (3 – 4 Oktober 2024).
Beragam informasi disampaikan dan memberikan banyak informasi baru terkait hasil penelitian di sektor industri kelapa sawit.

“Pekan Riset Sawit Indonesia bertujuan untuk memperkenalkan hasil riset kepada seluruh stakeholder sawit (Pemerintah, Swasta, Asosiasi, Industri Sawit dan turunannya serta industri lainnya yang terkait, dan masyarakat umum,” kata Joko Supriyono yang membacakan sambutan Dewan Pengawas (Dewas) BPDPKS saat penutupan PERISAI, Jumat (4 Oktober 2024).

Diketahui, BPDPKS telah menyelenggarakan PERISAI sejak 2016 lalu. Di tahun ini, PERISAI hadir dengan tema “Green Gold: Transforming Palm Oil Industry through Cutting-Edge Technologies” Memperkuat Industri Minyak Sawit melalui Transformasi dalam Penggunaan Inovasi Teknologi.

Dikatakan Joko, pihaknya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang memberikan atensinya secara penuh. Dan, ucapan terima kasih juga disampaikan untuk Ibu dan Bapak (Komite Litbang), yang tidak sebatas menilai proposal dan pelaksanaan penelitian. Tetapi juga melakukan pendampingan sejak dimulainya program ini oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

“Begitu banyak tambahan informasi dari hasil riset agar dapat segera diaplikasikan untuk kebutuhan industri dan pemberdayaan petani kelapa sawit. Kami berharap agar hasil penelitian dapat memberikan manfaat secara cepat dan nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia melalui manfaat kelapa sawit,” katanya.

“Melalui Riset, kita mampu menjawab isu global tentang kelapa sawit. Melalui riset, kita mampu mampu meningkatkan citra baik kelapa sawit. Dan, melalui riset, kita akan semakin meyakini bahwa kelapa sawit adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia,” imbuh pria yang sebelumnya menjabat Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dua periode.

Selain paparan dari para peneliti pada kegiatan PERISAI, dilengkapi juga dengan diskusi yang begitu interaktif antara peneliti, akademisi, industri yang dapat menjadikan atmosfer baru untuk mempercepat komersialisasi hasil riset.

“Harapan saya, acara ini menjadi sebuah penyemangat bagi para peneliti untuk dapat terus berkontribusi nyata dalam memperkaya khasanah keilmuan tentang kelapa sawit. Semangat ini juga akan melahirkan teknologi-teknologi baru dan kajian yang mendalam tentang perkelapasawitan Indonesia,” kata Joko.

“Semakin banyak generasi muda meneliti kelapa sawit dari berbagai aspek, maka akan semakin tergambar nyata manfaat kelapa sawit Indonesia dan kebutuhannya. Hasil ini juga dapat menjadi masukan kepada pemerintah dalam menentukan kebijakan dan arah pengembangan industri kelapa sawit ke depan. Hasil penelitian merupakan bukti ilmiah yang dapat menuntun kebijakan publik sehingga berdampak positif bagi pengembangan industri dan masyarakat dalam pemanfaatan industi sawit yang berkelanjutan,” sambungnya.

Final Lomba Riset Sawit Mahasiswa
PERISAI ke-8 tidak hanya menjadi ruang untuk paparan para peneliti yang terdiri dari pada akademisi dan professional. Selain itu, diramaikan para mahasiswa peserta Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang masuk babak final. Yang diikuti Perguruan Tinggi dan Vokasi di seluruh Indonesia.

“Dari 40 (empat puluh) kelompok, telah ditetapkan 10 (sepuluh) Besar Finalis yang telah mempresentasikan hasil risetnya di depan Dewan Juri (Tim Penilai) selama dua hari (3 – 4 Oktober 2024),” ungkap Joko.

Babak final diikuti oleh 10 kelompok yang terdiri dari Universitas Sebelas Maret, Universitas Tanjungpura, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Semarang, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Sumatera Utara, Politeknik Negeri Lampung, dan Institut Pertanian Bogor.

Program ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan minat dan kompetensi mahasiswa dengan melakukan penelitian tentang kelapa sawit agar minat meneliti kelapa sawit ditumbuhkan sejak dini demi terwujudnya penguatan industri kelapa sawit nasional berbasis hasil riset.

“Saya juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu dan Bapak yang tergabung dalam Tim Penilai Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa”. Saya yakin bukan pekerjaan mudah untuk menilai hasil karya penelitian dari peneliti-peneliti muda kita,” kata Joko.

Selanjutnya, ia mengatakan isu-isu negatif kelapa sawit perlu di-counter dengan ide kreatif atau gagasan dari para peneliti sawit Indonsia dan harus didukung penuh.

“BPDPKS dalam hal ini telah melakukan perannya dalam memanfaatkan dana sawit yang dikelola untuk penguatan penelitian dan pengembangan kelapa sawit nasional. Topik-topik penelitian yang baik adalah yang menjawab kebutuhan secara langsung dan dapat diaplikasikan. Butuh kemauan dan kemampuan yang bagus dalam menggandengkan kebutuhan industri terhadap hasil riset yang telah dilakukan. Untuk misi ini diperlukan peran aktif dari berbagai pihak,” lanjut Joko.

Artikel Terkait