• Kamis, 24 September 2026
Artikel

DBH Sawit Terjun Bebas ke Rp7 Miliar, Pemprov Jambi Usul Gapoktan Bikin Pabrik Mini Tangkal Lari TBS

JAMBI, SAWIT INDONESIA - Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Jambi menelusuri maraknya aksi penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit asal Jambi ke pabrik pengolahan di luar provinsi. Kebocoran pasokan ini diduga kuat menjadi salah satu pemicu anjloknya penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit daerah dalam tiga tahun terakhir.

Kepala BKAD Provinsi Jambi, Agus Pirngadi, mengungkapkan bahwa fenomena maraknya TBS Jambi melintasi batas wilayah terutama terjadi di kawasan perbatasan akibat perbedaan harga beli pabrik yang dianggap lebih menggiurkan oleh para petani.

"Informasinya terkait persoalan harga, di pabrik kelapa sawit luar Jambi lebih kompetitif, menguntungkan bagi mereka untuk menjual di sana," ujar Agus di Jambi, Rabu (23/9/2026).

Poin-poin penting yang menjadi sorotan Pemprov Jambi dalam permasalahan ini antara lain:

  • Penurunan Tren DBH Sawit: Penerimaan DBH sawit Provinsi Jambi merosot drastis selama tiga tahun berturut-turut, dimulai dari Rp36 miliar (tahun pertama), turun ke Rp12 miliar (tahun kedua), hingga tersisa Rp7 miliar pada tahun ketiga.

  • Kehilangan Nilai Tambah: Larinya TBS ke luar daerah menghilangkan potensi perputaran ekonomi dan aktivitas pengolahan yang seharusnya tercipta di wilayah Jambi.

  • Solusi Pabrik Mini Koperasi/Gapoktan: Pemprov Jambi mendorong Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) berinisiatif membangun pabrik kelapa sawit mini di sekitar sentra produksi guna menampung hasil panen lokal.

Agus menegaskan, pihaknya kini tengah memverifikasi data dan melakukan kajian mendalam terkait volume aliran TBS yang keluar dari wilayah Jambi. Hasil kajian tersebut nantinya akan dijadikan pijakan merumuskan regulasi serta solusi taktis agar rantai pasok dan nilai tambah sawit tetap terikat di dalam daerah.

Sumber: jambi.antaranews.com

Artikel Terkait