• Rabu, 23 September 2026
Berita Terbaru

Dari Sawit hingga Kehutanan, Industri Titipkan Masa Depan SDM di INSTIPER

YOGYAKARTA, SAWIT INDONESIA — Kepercayaan industri dan pemerintah terhadap Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta semakin kuat. Hal itu tercermin dari 1.135 mahasiswa baru yang bergabung pada Tahun Akademik 2026/2027, termasuk ratusan mahasiswa yang mendapat dukungan beasiswa dari pemerintah maupun perusahaan.

Jumlah mahasiswa baru tersebut terdiri atas 1.058 mahasiswa sarjana dan 77 mahasiswa pascasarjana. Jumlah mahasiswa sarjana meningkat 218 orang atau 20,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 876 mahasiswa.

Menariknya, mahasiswa baru INSTIPER tahun ini berasal dari 28 provinsi di Indonesia. Sumatera Utara menjadi daerah asal terbanyak, disusul Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Jawa Tengah.

Kepercayaan mitra juga terlihat dari 329 mahasiswa atau sekitar 29 persen mahasiswa baru yang menerima beasiswa. Dari jumlah tersebut, 150 mahasiswa merupakan penerima Beasiswa SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) dari Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan.

Sementara dari sektor kehutanan, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) kembali mempercayakan pendidikan calon SDM-nya kepada INSTIPER dengan mengirimkan 35 mahasiswa penerima beasiswa ke Fakultas Kehutanan. Dukungan RAPP tersebut telah berlangsung selama 16 tahun.

Beasiswa juga diberikan oleh Asian Agri Group kepada 13 mahasiswa, Karyamas Plantation 59 mahasiswa, PT London Sumatra Indonesia 20 mahasiswa, PT Bumitama Gunajaya Agro 9 mahasiswa, Mahitala Ingkeng Gemah 2 mahasiswa, Pemkab Ngada 5 mahasiswa, serta 36 mahasiswa melalui KIP Kuliah.

Rektor INSTIPER Yogyakarta, Dr. Harsawardana, M.Eng., mengatakan kepercayaan tersebut menjadi bukti kerja sama yang telah terbangun sekaligus tanggung jawab bagi INSTIPER untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Kepercayaan dari berbagai mitra tersebut merupakan bukti dari kerja sama yang telah terbangun sekaligus menjadi tanggung jawab INSTIPER untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswa,” ujarnya saat Pembukaan Kuliah Tahun Akademik 2026/2027 di Grha INSTIPER, Yogyakarta.

Disiapkan untuk Kebutuhan Industri

INSTIPER tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi yang relevan dengan perubahan teknologi dan kebutuhan industri.

Menghadapi era Industri 4.0, INSTIPER memperkuat Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui pengembangan kemampuan 6C, yakni Communication, Collaboration, Critical Thinking, Creative Thinking, Computational Logic, dan Compassion.

Pengembangan kompetensi juga dilakukan melalui INSTIPER Academy, program pendamping kurikulum yang memberikan pelatihan intensif di luar pembelajaran akademik.

Dari 1.058 mahasiswa sarjana, sebanyak 766 mahasiswa berada di Fakultas Pertanian, 196 di Fakultas Teknologi Pertanian, dan 96 di Fakultas Kehutanan.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan BRIN, Puji Lestari, Ph.D., dalam kuliah umum mengingatkan pentingnya riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing produk perkebunan dari on farm hingga hilirisasi.

Komoditas perkebunan memiliki peran yang krusial bagi Indonesia. Kita dorong peningkatan produktivitas, mutu, efisiensi, nilai tambah, hingga akses pasar,” jelasnya.

Pembelajaran mahasiswa baru juga diperkuat melalui Orientasi Kampus dan Kenal Kebun (OKKABUN) pada 31 Agustus–9 September 2026, termasuk kegiatan Kenal Kebun di KP2 Ungaran pada 5–7 September 2026.

Melalui kombinasi pendidikan akademik, pelatihan, riset, dan pengalaman lapangan, INSTIPER menegaskan komitmennya menyiapkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan berkarakter untuk menjawab kebutuhan sektor perkebunan, kehutanan, dan agroindustri Indonesia.

Bagi industri dan pemerintah, kehadiran mahasiswa baru tersebut bukan sekadar pertambahan jumlah peserta didik, tetapi bagian dari investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi SDM yang akan menggerakkan sektor perkebunan dan kehutanan di masa depan.

Artikel Terkait