Pekanbaru, SAWIT INDONESIA - PT Dami Mas Sejahtera, produsen benih kelapa sawit terkemuka di Indonesia, menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kapasitas produksi kecambah dari 25 juta butir per tahun menjadi 30 juta butir tahun depan, dan 40 juta butir dua tahun mendatang. Peningkatan kapasitas ini diiringi dengan penerapan standar produksi ketat serta program edukasi bagi petani untuk mencegah peredaran bibit sawit palsu.
Direktur Dami Mas, Khairin Syah, menyebutkan bahwa setiap tahap produksi diawasi secara ketat untuk menjaga daya kecambah dan kemurnian varietas. “Varietas yang kami harapkan adalah tenera, yang memiliki produktivitas tinggi dan mulai berbuah pada usia tiga tahun. Jika yang tumbuh adalah varietas dura atau pisifera, maka potensi hasil dan waktu tanam akan terbuang,” ujarnya saat kegiatan Field Trip bersama petani sawit di Desa Beringin Lestari, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, Sabtu (9/8/2025).
Proses produksi dilakukan melalui tahapan isolasi yang cermat, termasuk pembungkusan tandan buah dengan bag berlapis kapas untuk mencegah serangga, pemberian racun tikus guna menghindari kerusakan tali, hingga pengecekan kondisi bag sebelum polinasi. “Jika ada robekan, lubang, atau ikatan longgar, buah langsung ditolak demi mencegah kontaminasi. Selama proses, kami juga menggunakan formalin dan insektisida untuk memastikan kondisi di dalam bag tetap steril,” tambah Khairin.
Edukasi untuk Cegah Bibit Palsu
Fenomena bibit sawit palsu masih menjadi tantangan besar. Menurut Khairin, rendahnya pengetahuan petani tentang ciri bibit unggul, ditambah harga bibit palsu yang lebih murah dan akses mudah, membuat praktik ini terus berlangsung. Untuk mengatasinya, Dami Mas menggelar program edukasi lapangan, menggandeng produsen lain, serta bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan dalam sosialisasi langsung.
Perusahaan juga menegaskan bahwa penjualan bibit resmi tidak dilakukan melalui marketplace. Bahkan, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan platform daring untuk menutup akun penjual bibit sawit palsu. Petani diimbau memeriksa kelengkapan dokumen resmi seperti sertifikat, lampiran data, dan Surat Keterangan Pengiriman Unit (SKPU), serta mengenali ciri fisik benih asli yang memiliki cetakan warna kuning samar—berbeda dengan bibit palsu yang umumnya terlalu terang.
“Bibit unggul Dami Mas mampu menghasilkan 4–5 ton minyak sawit per hektare per tahun, dengan potensi optimal hingga 8–9 ton jika dikelola maksimal. Sebaliknya, bibit palsu hanya menghasilkan sekitar 2 ton per hektare, dengan rendemen dura sekitar 18% dan tenera mencapai 24–25%,” ujar Khairin.
Dari total produksi tahunan, sekitar 400 ribu butir diekspor ke pasar internasional, bersaing dengan produsen dari Venezuela, Kolombia, Malaysia, hingga Kosta Rika. Khairin menegaskan, kombinasi antara peningkatan kapasitas produksi, penerapan standar ketat, dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci Dami Mas untuk memperkuat posisinya di pasar global.














