Rotterdam, SAWIT INDONESIA – Dewan Negara Produsen Minyak Nabati Dunia/the Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) mengadakan 3rd Sustainable Vegetable Oils Conference sebagai bagian mempromosikan keberlanjutan industri minyak nabati dunia. Konferensi tahunan ini berlangsung pada 10 September 2024 di Rotterdam Ahoy, Belanda yang menghadirkan 25 narasumber dari perwakilan masing-masing industri minyak nabati.
Pertumbuhan ekonomi global terus mengalami perlambatan sementara gangguan rantai pasokan masih berada di puncak ketegangan geopolitik yang memanas. Krisis pangan dan energi mungkin akan kembali terjadi jika tantangan global seperti perubahan iklim dan stabilitas geopolitik tidak terselesaikan,” ujar Rizal Affandi Lukman, Sekjen CPOPC dalam sambutannya.
Rizal menjelaskan adanya tantangan ini yang membuat pertemuan SVOC ketiga sangat penting atas dasar tiga pertimbangan.
Pertama, dengan meningkatnya permintaan global, pasokan minyak nabati untuk memenuhi kebutuhan dunia harus ditingkatkan. Sebagai negara penghasil minyak nabati, Indonesia berusaha meningkatkan produksi kita.
Oleh karena itu, dikatakan Rizal, butuh investasi dalam teknologi dan pengembangan Sumber Daya manusia, serta aspek-aspek lain untuk memacu produksi.
Kedua, SVOC ini juga akan membahas rute untuk menyeimbangkan ketahanan pangan dan ketahanan energi di satu sisi, serta keberlanjutan lingkungan di sisi lain. Ini akan produsen minyak nabati global, dalam memenuhi target ekonomi dan bisnis sambil memastikan pencapaian SDGs tetap pada jalurnya.
Ketiga, Indonesia juga bertemu di saat perubahan regulasi sedang membentuk kembali praktik perdagangan dan produksi global. EUDR adalah contohnya. Meskipun perubahan tersebut menuntut transparansi dan keberlanjutan yang lebih besar, perubahan tersebut juga mendorong kita untuk berinovasi dan beradaptasi. Mematuhi regulasi baru tidak boleh mengorbankan upaya mempromosikan praktik perdagangan yang adil dan setara Yang melibatkan petani kecil dan pemangku kepentingan rentan lain.
Peserta SVOC yang hadir antara lain Asia Tenggara ( Indonesia, Malaysia, Filipina), Amerika Utara, Kanada dan AS, Amerika Latin (Honduras dan Guatemala), Nigeria,Australia, serta peserta dari Uni Eropa.
Konferensi 3rd SVOC ini mendapatkan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunam Kelapa Sawit (BPDPKS), GAPKI, MVO, MPOB serta Kedutaan Besar Indonesia dan Malaysia.














