Berita Terbaru
CPO Dan Turunannya Menjadi Primadona Ekspor
Industri minyaka sawit Indonesia meski memiliki sejarah panjak sejak jaman kolonial, pda dasarnya baru memperoleh momentum percepatan perkembangan sejak tahun 2000 pascareformasi 1998. Dari segi waktu perkembangan industri minyak sawit di Indonesia berbeda dengan industri minyak sawit Malaysia yang telah lebih dahulu berkembang. Apa bila dibandingkan dengan industri mimnyak nabati Eropa atau Amerika Serikat yang telah berkembang sejak 100 tahun yang lalu.
Dalam 15 tahun terakhir industri minyak sawit Indonesia telah mengalami lompatan perkembangan bukan hanya pada luas areal tetapi juga pada industrialisasi (hilirisasi). Industrialisasi minyak sawit Indonesia tercermin dari perubahan komposisi produk minyak sawit yang di ekspor.
Komposisis Ekspor Minyak Sawit Indonesia (ribu ton)
Tahun
Minyak Sawit Mentah (CPO)
Minyak Sawit Olahan
Volume
Pangsa (%)
Volume
Pangsa (%)
2008
8.375
55,59
6.690
44,41
2009
10.173
59,55
6.912
40,45
2010
10.007
58,57
7.078
41,43
2011
9.768
55,51
7.828
44,49
2012
8.090
44,39
10.133
55,61
2013
6.577
31
14.640
69
2014
5.782
26,57
15.979
73,43
2015
7.872
29,82
18.529
70,18
2016
5.424
21,6
19.689
78,4
Sumber : BPS, database PASPI
Produk minyak sawit yang di ekspor Indonesia sampai tahun 2011 memang masih didominasi oleh minyak sawit mentah (CPO). Namun, setelah tahun 2011 mengalami perubahan dimana minyak swit olahan sudah melampaui volume ekspor minyak sawit mentah. Dengan demikian perkembangan industri minyak sawit Indinesia telah beralih dari pengespor minyak swit mentah kepada minyak sawit olahan. Tentu saja peluang untk memperdalam hilirisasi (lebih hilir dari yang dicapai saat ini) masih terbuka luas ke depan.
Sumber : Mitos vs Fakta, PASPI 2017














