• Sabtu, 19 September 2026
Berita Terbaru

CPO Berkelanjutan Beri Nilai Tambah, PTPN IV PalmCo Kantongi USD 10,5 Juta

Jakarta, SAWIT INDONESIA - Sub Holding PTPN IV PalmCo, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara III (Persero), mencatat tambahan pendapatan signifikan sepanjang 2025. Melalui penjualan sekitar 760 ribu ton crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO), PalmCo meraih premium price senilai USD 10,5 juta atau setara Rp174 miliar.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menyampaikan bahwa tambahan pendapatan tersebut berasal dari produk sawit bersertifikasi Roundtable of Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan skema Identity Preserved (IP) dan Mass Balance (MB). Menurutnya, sertifikasi ini menempatkan PalmCo pada segmen pasar dengan standar tinggi berkelanjutan, sekaligus menjamin ketelusuran produk dari hulu hingga hilir serta memberikan nilai tambah secara komersial.

Berdasarkan data yang dirilis, sepanjang 2025, PTPN IV PalmCo telah memproduksi dan menjual sebanyak 201 ribu taon CPO bersertifikasi RSPO IP dari tiga entitasnya di Sumatera Utara dan Riau. Ketiga entitas tersebut masing - masing adalah PTPN Regional I dan II yang berlokasi di Sumatera Utara dengan masing-masing telah menjual sebanyak 57,5 ribu ton dan 60,4 ribu ton CPO RSPO IP.

Selanjutnya, PTPN IV Regional III dengan wilayah operasionalnya di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau dengan jumlah penjualan CPO bersertifikasi RSPO IP mencapai 82 ribu ton. Selain RSPO IP, PTPN IV PalmCo yang kini menginjak usia ke - duanya turut memproduksi dan memasarkan 520 ribu ton CPO bersertifikasi RSPO Mass Balance.

Berbeda dengan RSPO IP, hampir seluruh entitas di bawah PalmCo memproduksi CPO bersertifikasi RSPO MB yang turut diakui dunia internasional. Begitu juga dengan minyak inti sawit (PKO) bersertifikasi RSPO MB, tercatat sebanyak 40,5 ribu ton telah diserap oleh pasar.

Untuk diketahui, sertifikasi RSPO dengan skema Identity Preserved (IP) merupakan level tertinggi dalam sistem rantai pasok keberlanjutan RSPO. Seluruh CPO yang diperdagangkan dipastikan berasal dari sumber tunggal yang terverifikasi dan terpisah dari produk non - sertifikasi, sehingga memiliki nilai premium di pasar internasional.

Begitu juga dengan model Mass Balance (MB) memungkinkan pencampuran minyak sawit bersertifikasi pada setiap tahap dalam rantai pasok, termasuk pengontrolan lokasi produksi dan menjadi bagian penting dari volume CSPO (Certified Sustainable Palm Oil) yang dijual dipasar.

Jatmiko menambahkan, dari seluruh produksi tersebut, sebagian diantaranya guna memenuhi pasar domestik dan internasional. Ia menegaskan bahwa konsistensi penerapan standar keberlanjutan menjadi faktor utama dalam menjaga akses, terutama pasar global di tengah meningkatnya hambatan non-tarif dan regulasi lingkungan di negara tujuan ekspor.

“Pasar global maupun lokal semakin selektif. Keberlanjutan, kepatuhan, dan tranparasi menjadi parameter utama. PalmCo menempatkan ketiga aspek tersebut sebagai bagian strategi bisnis," ujarnya.

Lebih jauh, Jatmiko turut menjelaskan bahwa penerapan sertfikasi RSPO IP dan MB turut mendorong peningkatan disiplin opersional di tingat kebun dan pabrik, termasuk pengelolaan lingkungan, pengendalian emisi, serta perlindungan kawasan bernilai konservasi tinggi.

Secara korporasi, dalam beberapa tahun terakhir PalmCo terus mengakselerasi transformasi bisnis melalui penguatan tata kelola, integrasi rantai pasok, serta peningkatan volume produk bersertifikasi. Ditengah tekanan isu lingkungan global dan dinamika kebijakan perdagangan internasional itu menjadi instrumen strategis PalmCo untuk menjaga daya saing sekaligus memitigasi risiko pasar.

“Keberlanjutan bukan hanya tuntutan regulasi, tetapi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menjaga akses pasar dan kinerja usaha,” demikian Jatmiko.

Sumber: kabarbumn.com

Artikel Terkait