• Kamis, 8 Oktober 2026
Berita Terbaru

Butuh 15,29 Juta Ton CPO, ESDM Berikan Bocoran Kapan B40 Mulai Berjalan

Jakarta, Sawit Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan ihwal program mandatori biodiesel B40 berbasis sawit akan diterapkan pada 2025 atau saat pemerintahan Prabowo Subianto. Adapun ESDM memperkirakan stok minimal minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) untuk menopang program Biodiesel B40 sekitar 17,57 juta kiloliter nantinya.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi mengungkapkan bahwa hitung-hitungan itu berasal dari asumsi kebutuhan solar tahun 2024 sebesar 38,04 juta kiloliter. Dengan asumsi pertumbuhan rerata produk domestik bruto (PDB) sebesar 5%, maka penyaluran B40 diperlukan stok CPO domestik sekitar 17,57 juta kiloliter atau sekitar 15,29 juta ton CPO.

“Nah, ini mungkin kalau pun perlu waktu, ya paling cepat 2025 pertengahan. Kalau bisa smooth semua dipersiapkan,” ujar Eniya kepada wartawan di Komplek Parlemen Senayan, Selasa (25/6/2024).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa saat B40 ini masih dilakukan uji coba pada mesin nonotomotif, seperti kapal, alat pertanian, tambang hingga kereta api. Eniya menjelaskan, sebelum mulai menerapkan pemanfaatan B40 di dalam negeri, pihaknya akan menganalisis terlebih dahulu serangkaian tes atau uji coba yang sudah dilakukan.
“B40 itu sudah on schedule ya. On schedule, tes untuk otomotif kan sudah selesai. Sekarang baru non-otomotif yang dipastikan sampai dengan Desember,” kata dia.

Sebelumnya, presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menargetkan eksekusi program Biodiesel B50 dan Bioetanol E10 dapat berjalan pada 2029.
“Untuk energi, Indonesia berpeluang bisa menjadi raja energi hijau dunia melalui pengembangan produk biodiesel dan bioavtur dari sawit, bioethanol dari tebu dan singkong,” tulis Prabowo-Gibran dalam lembar visi misi mereka, dikutip Jumat (27/10/2023).

Selain itu, Prabowo-Gibran juga optimistis untuk meningkatkan bauran bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin dengan bioetanol 10 persen atau E10 pada 2029 mendatang.

“Sangat optimis program biodiesel B50 dan campuran ethanol E10 akan dapat tercapai,” kata mereka.

Artikel Terkait