• Minggu, 27 September 2026
Berita Terbaru

Bunex 2024 Lebih Semarak Dukung Inovasi Pangan dan Energi Dunia

Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) kembali diadakan yang memasuki tahun ketiga yang berlangsung 12-14 September 2024 di ICE BSD Tangerang. Upaya Kementan mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sertaenergi Indonesia serta masa depan.

Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono, dalam sambutannya, mengatakan sub sektor perkebunan terbukti penyumbang besar PDB dan ekspor yang besar. Sesuai arahan Presiden RI, kita usahakan semaksimal mungkin memberikan nilai tambah semua komoditas dan perkuat hilirisasi serta industrialisasinya. Menjadi tanggungjawab kita sebagai pemerintah memberikan dampak positif bagi masyarakat, baik petani, pelaku usaha perkebunan maupun insan pertanian, dan tercipta bisnis yang saling menguntungkan.

Lebih lanjut Wamen mengatakan, harus ada inovasi dan capaian baru yang kaya, karena tujuan pembangunan guna menciptakan hal positif yang baru, baik inovasi, generasi muda bahkan implementasinya, agar dampaknya terasa positif bagi petani kita.

"Manfaatkan waktu dengan baik mengenal dan mempelajari perkebunan, termasuk inovasi-inovasi perkebunan. Semoga bisa menginspirasi generasi muda untuk terjun giatkan perkebunan," harapnya.

Bunex 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) ini menjadi ajang penting untuk memperluas akses pasar bagi Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pengusaha milenial di sektor perkebunan.

Pada kesempatan ini, Plt Direktur Jenderal Perkebunan Heru Tri Widarto mengatakan, Bunex ini menjadi ajang menciptakan ruang dalam berinteraksi, bekerjasama dan berinovasi segenap stakeholder perkebunan di Indonesia.

"Melalui Bunex ini diharapkan terwujudnya keselarasan dalam kegiatan kewirausahaan di subsektor perkebunan yang inovatif, berdayasaing, dinamis serta terus berkembang dan saling menguatkan," harapnya.

Lebih lanjut Heru mengatakan, Bunex ini takhanya menjadi wadah untuk meningkatkan koordinasi, sinkronisasi maupun harmonisasi antar pelaku pembangunan sektor perkebunan, namun juga memberikan wawasan, pengetahuan dan informasi terkait capaian pembangunan perkebunan berkelanjutan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya pencapaian ketahanan pangan dan energi.

"Bunex berpotensi besar sebagai wadah dalam pengembangan bisnis dan kewirausahaan, serta perdagangan produk-produk perkebunan yang berdayasaing dalam setiap rantai pasok produk perkebunan," jelasnya.

Sebagai informasi Bunex kali ketiga ini digelar selama 3 hari mulai dari tanggal 12 -14 September 2024, dengan mengusung tema “Perkebunan Berkelanjutan untuk Ketahanan Pangan dan Energi Menuju Indonesia Emas 2045.

Bunex meraih antusias tinggi dari masyarakat, karena beragamnya rangkaian acara, salah satunya diisi oleh kegiatan pameran yang menghadirkan produk - produk unggulan perkebunan, alat dan mesin pertanian, hasil riset dan teknologi, dukungan lembaga sertifikasi dan pelatihan. Tak hanya itu, kegiatan Bunex kali ini juga menampilkan teknologi dan inovasi dari Implementasi biodiesel B50, menuju Indonesia Mandiri Pangan dan Energi.

Tak berhenti disitu, Bunex juga menampilkan inovasi pengolahan berbasis kelapa sawit dengan keluaran minyak goreng untuk pangan dan biodiesel untuk energi, Talkshow dan FGD tentang kelapa sawit dan perkebunan lainnya, Forum Investasi (Business Matching), Demo Alat dan Mesin Perkebunan, Coaching Klinik Perkebunan dan kegiatan lainnya.

Perkebunan tidak bisa dilepaskan perannya dari ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional, saat ini dan di masa depan.

"Untuk itu melalui Bunex 2024 ini, kami ingin menyampaikan pesan kepada khalayak bahwa perkebunan terus tumbuh dan berkembang dalam prinsip berkelanjutan, dan dibangun atas semangat Fokus, Responsif dan Kolaboratif," ujarnya.

Heru juga menekankan, diharapkan melalui ajang Bunexini pula, kedepannya perkebunan dapat terus tumbuh dan berkembang dengan semangat hilirisasi untuk nilai tambah dan daya saing produk perkebunan. Semoga pesan-pesan ini tersampaikan dan memberikan aura positif bagi kita semua bahwa bangsa kita akan memasuki era Indonesia emas 2045 dengan sektor perkebunan yang berdayasaing dan berkelanjutan.

Di sela-sela Bunex 2024, dilakukan penandatanganan MoU antara pelaku usaha dan buyer dari komoditas tebu, kopi, kakao, vanili, dan pinang. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan, Heru Tri Widarto. Hal ini menandai komitmen kuat para pihak dalam mendorong ekspor produk-produk perkebunan Indonesia ke pasar internasional.

Heru menekankan pentingnya sektor perkebunan sebagai penyumbang devisa terbesar dari sektor nonmigas.

“Melalui Bunex ini, kita semakin sadar bahwa sektor perkebunan merupakan kekuatan besar dalam perekonomian nasional, dan Perkebunan Indonesia Expo adalah ajang yang tepat untuk mempromosikan produk-produk perkebunan dengan cara yang lebih modern,” ujar Heru.

Heru juga menyampaikan rasa syukur atas kesuksesan penyelenggaraan Bunex 2024. “Tentu kita bersyukur karena kita bisa melewati Bunex ini dengan baik dan luar biasa,” ungkap Heru.

Prayudi Syamsuri selaku Ketua Pelaksana Bunex 2024, mengungkapkan Bunex 2024 telah berhasil menyelenggarakan acara dengan total pendukung 133 booth, yang terdiri dari 60 booth UMKM dan 73 booth dari perusahaan perkebunan dan lembaga pendukung lainnya, dengan total pengunjung mencapai lebih dari 15.268 pengunjung. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan produk-produk perkebunan serta meningkatkan akses pasar bagiproduk-produk tersebut.

“Bunex 2024 mencatat total transaksi langsung kurang lebih sebesar 2,32 miliar rupiah, dengan potensi transaksi dari para buyer mencapai 367,2 miliar rupiah. Penandatanganan 11 MoU dengan nilai mencapai 3,1 triliun rupiah juga menjadi pencapaian penting dalam rangkaian kegiatan expo ini,” ujar Prayudi.

Prayudi juga mendorong semua pihak untuk terus meningkatkan mutu, nilai tambah, serta daya saing produk perkebunan Indonesia. Dari berbagai pencapaian ini, para UMKM mengapresiasi Kementan dan BPDPKS karena merasakan langsung dampak positif dari terselanggaranya Bunex ini.

Salah satu highlight dari expo ini adalah diperkenalkannya teknologi Biodiesel B50, yang diharapkan dapat mendukung program ketahanan energi. "Semoga segala upaya yang kita laksanakan dalam Bunex ini dapat terus memberikan kontribusi, baik saat ini maupun di masa depan, untuk meningkatkan kesejahteraan Indonesia," ujar Prayudi.

Selain itu, sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi terhadap kontribusi para stakeholder, UMKM, serta pelaku usaha di industri perkebunan, diberikan berbagai penghargaan yang mencerminkan dedikasi dan usaha mereka. Melalui penghargaan ini, diharapkan dapat memotivasi dan menghargai kontribusi mereka yang berperan penting dalam kesuksesan acara dan pengembangan usaha.

PelaksanaTugas (Plt) DirekturJenderal Perkebunan menekankan pentingnya sektor perkebunan sebagai penyumbang devisa terbesar dari sektor non-migas. "Melalui Bunex ini, kita semakin sadar bahwa sektor perkebunan merupakan kekuatan besar dalam perekonomian nasional, dan Perkebunan Indonesia Expo adalah ajang yang tepat untuk mempromosikan produk-produk perkebunan dengan cara yang lebih modern,"urainya.

Heru juga menekankan, diharapkan melalui ajang Bunex ini pula, kedepannya perkebunan dapat terus tumbuh dan berkembang termasuk hilirisasi untuk nilai tambah dan dayasaing produk perkebunan. Semoga pesan-pesan ini tersampaikan dan memberikan aura positif bagi kita semua bahwa bangsa kita akan menyongsong Indonesia emas 2045 dengan sektor perkebunan yang berdayasaing dan berkelanjutan. Hal ini dilaksanakan sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, untuk mendorong dan meningkatkan hilirisasi sehingga komoditas perkebunan beserta turunannya semakin bernilai tambah serta berdaya saing hingga mendunia.

Artikel Terkait