Saat ini baru memiliki tiga Kelompok Tani yang mengelola perkebunan kelapa sawit, ke depan akan menambah anggota dan lahan untuk mendukung pengembangan usaha
Kelembagaan desa yang bergerak di bidang ekonomi (Badan Usaha Milik Desa/BUMDes Amanah) dari desa Bukit Gajah, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, patut menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan usahanya.
Pasalnya, BUMDes yang dipimpin Untung Sugianto selaku Direktur BUMDes Amanah menunjukkan kinerja usaha yang dikelola berjalan dengan baik dari tahun ke tahun. Bahkan, progress usahanya terus berkembang. Saat ini kelembagaan ekonomi ini sudah memiliki 6 unit usaha, yang melayani kebutuhan Masyarakat. Penambahan unit usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan Masyarakat dan peluang usaha, sehingga kehadirannya dirasakan Masyarakat, dengan filosofi dari desa untuk Masyarakat.
Dikutip dari profil BUMDes Amanah, 6 unit usaha tersebut antara lain unit pembiayaan (Desember 2017), unit Bank Sampah (Agustus 2019), unit Transportasi (Juli 2020), unit perkebunan (April 2021), unit Sarana produksi (Januari 2023), dan unit Ketahanan Pangan (Februari 2025).
Namun, untuk kali ini pembahasan BUMDes Amanah, akan fokus pada unit Perkebunan. Bagaimana pengelolaan perkebunan sawitnya?
Data dari profil BUMDes Amanah menunjukkan, dilihat dari Potensi yang dimiliki oleh Warga Desa Bukit Gajah yang mayoritas adalah petani. Maka, atas dasar tersebut BUMDes Amanah sejak 3 April 2021 melalui Perdes No. 3/2021 membentuk Unit Usaha Baru, Unit Perkebunan, khusus perkebunan kelapa sawit.
Berawal dari kemitraan para petani BUMDes Amanah mengajak Petani Khususnya Masyarakat Desa Bukit Gajah membeli hamparan Ladang yang berada di wilayah Desa Ukui Dua dengan luas 76,7 Ha dengan jumlah Anggota Petani sebanyak 38 Petani mengelola lahan untuk perkebunan kelapa sawit. Kemudian, lahan tersebut dikelola anggota yang tergabung pada Kelompok Tani Amanah 01.
Lalu, di awal Oktober 2023, BUMDes Amanah bersama Petani bermitra dan membentuk Kelompok Tani Amanah 02, mengelola lahan perkebunan kelapa sawit dengan luas 186,3 Ha, beranggotakan 86 orang. Lahan tersebut berada di wilayah Lirik tepatnya di desa Seko Lubuk Tigo (Seluti).
Keanggotaan terus bertambah
Seiring berjalannya waktu, keanggoatan pun bertambah, dan dengan membentuk Kelompok Tani Amanah 03, untuk menaungi para anggota, dengan jumlah Anggota 74 orang, dengan luasan lahan 120 ha yang berlokasi di Pematang jaya dan Petalongan Kabupaten Indragiri hulu (Inhu).
“Dengan harapan ke depan Masyarakat, khususnya petani yang berada di Desa Bukit Gajah semakin makmur dan sejahtera melalui Program Unit Perkebunan BUMDes Amanah,” kata Bambang Mujianto, Kepala Unit Perkebunan, BUMDes Amanah, salam sambungan telepon, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Bambang, menyampaikan data terbaru kebun yang dikelola Unit Perkebunan BUMDEs Amanah.
“Alhamdulillah, untuk anggota dan luasan lahan perkebunan sawit yang dikelola Unit Perkebunan BUMDes Amanah terus bertambah. Meski, baru ada tiga kelompok tani, tapi dari sisi luasan ada penambahan. Di Kelompok Tani Amanah 01, ada 39 orang (anggota), dengan luas lahan 80-an ha, sementara di Kelompok Tani Amanah 02, ada 94 orang (anggota) dengan luas anggota 177 ha, dan di kelompok tani Amanah 03, ada 77 orang (anggota), dengan luasan lahan 123 ha. Sebenarnya, luas lahan lebih dari itu, yang kami sampaikan lahan yang sudah berproduksi atau menghasilkan,” katanya.
Laki-laki berdarah Jawa ini pun, mengakui manfaat kehadiran dari BUMDes Amanah, bahkan manfaatnya dari sisi ekonomi dan social juga dirasakan oleh anggota dan masyarakat yang ada di luar desa Bukit Gajah.
“Sesuai dengan aturan, anggota dari BUMDes berasal dari desa setempat (Desa Bukit Gajah), maka kehadiran dari BUMDes dengan beragam unit usahanya dirasakan anggota dan masyarakat setempat. Kemudahan pelayanan menjadi prioritas utama dari BUMDes Amanah untuk anggota dan masyarakat. Selain itu, masyarakat di luar desa, juga turut merasakan. Terutama masyarakat yang berada di dekat kebun sawit yang dikelola Kelompok Tani Amanah 03, yang lokasinya ada di Kabupaten Indragiri Hulu. Kenapa, untuk tenaga kerja dalam mengelola kebun Kelompok Tani Amanah 03, kami menggunakan tenaga kerja setempat atau tenaga kerja lokal, untuk kemudahan operasional,” ungkap Bambang dengan bangga.
Dukungan pada unit perkebunan BUMDes Amanah juga ditunjukkan dengan adanya unit Transportasi untuk pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS). Bahkan, unit usaha ini sudah ada setahun sebelum dibentuk usaha perkebunan. Hal ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat desa Bukit Gajah yang mayoritas petani sawit, yang membutuhkan kendaraan angkut. Saat ini, ada dua unit Dump Truk dan Dumper, untuk mendukung operasional panen anggota.
(Selengkapnya dapat dibaca di Majalah Sawit Indonesia, Edisi 169)














