• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

BRIN Mengenalkan Hasil Riset Pertanian di Agroinnovation Expo

Jakarta, Sawit Indonesia - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Tanaman Pangan mengenalkan hasil riset pertanian sebagai luaran dari kerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah dalam Jateng Agroinnovation Expo yang diselenggarakan pada 21-26 Agustus 2024 di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Platform expo yang terbuka bagi masyarakat umum ini menjadi sarana pengenalan inovasi teknologi. ”Dlam kesempatan ini BRIN melakukan penguatan jaringan dan kemitraan dalam pengembangan pertanian melalui riset padi di Agro Center Soropadan milik Balai Pelatihan Pertanian Provinsi Jawa Tengah,” ujar Vina Eka Aristya, peneliti Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN.

Menurutnya kerja sama antar instansi dalam kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi teknologi tanaman pangan. “Riset pertanian yang dilakukan dalam kerja sama ini meliputi akselerasi adopsi varietas unggul baru padi, uji adaptabilitas, dan kajian efisiensi pemupukan spesifik lokasi, pupuk organik, serta pemanfaatan vermikompos,” jelasnya.

Varietas unggul baru padi yang digunakan yaitu Gamagora 7, IPB 3S, Inpari 32 HDB, Mantap, dan Srinuk. “Pengujian efisiensi pemupukan bertujuan meningkatkan produksi padi di lahan suboptimal dengan penggunaan pupuk yang sesuai rekomendasi, aplikasi nitrobacter, vermikompos, serta kombinasi ketiganya,” kata Vina.

Menurutnya penggunaan varietas unggul adaptif, pemupukan spesifik lokasi, aplikasi pupuk organik, serta pemanfaatan vermikompos menjadi pilar utama mencapai pertanian berkelanjutan. Perpaduan teknologi inovatif bukan hanya untuk meningkatkan produktivitas padi, tetapi juga meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

”Implementasi inovasi teknologi tanaman pangan, khusunya padi, menjadi upaya strategis dalam mencapai ketahanan pangan inklusif. Dalam jangka panjang, dapat memberikan solusi menjawab perubahan iklim serta degradasi lahan dalam mencapai ketahanan pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, riset ini bermaksud mengembangkan pupuk organik lokal dengan bahan baku yang tersedia melimpah. “Pemanfaatan vermikompos yang efektif dengan memanfaatkan cacing tanah lokal untuk meningkatkan struktur tanah dan ketersediaan nutrisi tanaman,” ungkap Vina.

Selain itu, kolaborasi ini menurutnya turut mendukung program penyuluhan dan pelatihan kepada petani dan masyarakat setempat untuk invensi diseminasi varietas unggul baru dan teknologi inovatif, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam praktik pertanian berkelanjutan.

Vina menambahkan, hilirisasi hasil riset melalui pameran menjadi langkah strategis untuk mempromosikan penerapan teknologi budidaya cerdas iklim yang efisien dan menimbang preferensi konsumen akan varietas yang memiliki potensi hasil tinggi, toleran hama dan penyakit, serta kemampuan adaptasi tanaman.

Platform riset ini bersanding dengan 200 stan dan display inovasi yang lain. Expo juga menyajikan beragam festival bidang pertanian yang tidak hanya menyasar kadhang tani, namun juga industri, inovator muda, serta OPD Kabupaten/Kota dan provinsi Jawa Tengah.

Sumber: brin.go.id

Artikel Terkait