• Jumat, 2 Oktober 2026
Berita Terbaru

BRIN dan UNDIP Berkolaborasi Dalam Riset Biomassa

Jakarta, Sawit Indonesia - Dalam era perubahan iklim yang semakin mendesak, pencarian sumber energi yang ramah lingkungan menjadi sangat penting. Untuk itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) berkolaborasi dalam riset biomassa untuk mencari solusi energi terbarukan dengan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah.

Biomassa, yang berasal dari bahan organik seperti tanaman dan limbah pertanian, menjadi alternatif penting karena menghasilkan emisi gas rumah kaca yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Meskipun pembakaran biomassa tetap menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2), namun jumlahnya jauh lebih sedikit. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa selama proses pertumbuhannya, biomassa menyerap CO2 dari atmosfer. Dengan demikian, penggunaan biomassa dapat dianggap sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan.

Langkah penting kolaborasi ini ditandai dengan kegiatan audiensi dan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup (SPBPDH) BRIN dan Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip. Acara penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di kampus Undip, Semarang dan dihadiri oleh perwakilan BRIN, Kepala Program Studi di Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, dan Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian, pada Rabu (16/10).

Dalam sambutannya, Prof. Sugiharto, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian Undip, menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat memperkuat sinergi antara akademis dan peneliti dalam memecahkan persoalan dan tantangan energi yang dihadapi masyarakat.

Sementara itu, Nugroho Adi Sasongko, Kepala Pusat Riset SPBPDH BRIN, menekankan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan melalui pemanfaatan biomassa.

“Inisiatif ini tidak hanya memberikan solusi untuk masalah energi yang ramah lingkungan, tetapi juga membuka jalan bagi penelitian yang lebih mendalam tentang biokonversi limbah. Dengan kolaborasi yang erat antara akademisi dan peneliti, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan bersih. Biomassa, dengan potensi dan manfaatnya, menjadi salah satu kunci dalam transisi menuju energi terbarukan yang lebih baik bagi planet kita,” jelas Nugroho dalam sambutannya.

Pada kesempatan tersebut, Nugroho juga menekankan bahwa BRIN juga menawarkan berbagai program penelitian seperti Visiting Researcher dan Post-Doctoral yang dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa UNDIP untuk memperdalam riset biomassa.

Sumber: brin.go.id

Artikel Terkait