ACEH TIMUR, SAWIT INDONESIA - Dalam rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan (SDM-P) Tahun 2026 yang disponsori oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dukungan teknis dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan, Best Planter Indonesia (BPI) kembali menyelenggarakan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit.
Pada pelatihan gelombang 3 ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh (Bapak Dr. Ir. AZANUDDIN KURNIA, SP. MP) mengharapkan peserta pelatihan bisa naik kelas dari pekebun sawit menjadi pekebun pengusaha. Untuk itulah peserta perlu mengikuti pelatihan dengan fokus dan serius sebagai modal berharga untuk jadi pekebun pengusaha. Kita hendaknya senantiasa belajar meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam mengelola sawit.
Kegiatan pelatihan yang di selenggarakan oleh BPI ini sangat baik untuk diikuti karena narasumber BPI yang berpengalaman (100% Best Practices), maka peserta harus mengosongkan gelasnya dan siap diisi gelasnya dengan menyerap ilmu yang diajarkan oleh para narasumber. BPI melalui narasumbernya yang 100% praktisi lapangan berkomitmen memberikan tips dan trik dilapangan seputaran sawit, tidak hanya menjadi inspirasi tapi terpenting menjadi problem solving (pemecahan masalah) yang dihadapi. Pendekatan praktisi ini sengaja dipilih agar ilmu yang di sampaikan lebih mengena, mudah dimengerti serta melekat dalam ingatan peserta, sehingga langsung dapat diterapkan dikebunnya masing – masing. Dengan pola ini, BPI berharap setiap peserta tidak hanya pulang membawa sertifikat, tetapi pulang membawa ketrampilan nyata untuk meningkatkan hasil panen dikebun.
Materi mulai dari pembibitan unggul bersertifikat, pemeliharaan TBM dan TM, pemupukan berimbang, pengendalian hama penyakit terpadu termasuk penanganan Ganoderma, hingga teknik panen yang benar agar produktivitas kebun rakyat Aceh Timur meningkat dan berkelanjutan.
Kunjungan lapangan pelatihan gelombang 9 Aceh dilaksanakan di PT Agro Sinergi Nusantara (ASN) hari Kamis tanggal 24 September 2026 yang bertujuan memberikan ruang dan pengalaman baru bagi peserta pelatihan, serta berkesempatan untuk melihat secara langsung pelajaran yang tidak didapatkan dikelas dan hanya dapat dilihat setelah terjun langsung kelapangan. Kunjungan lapangan semakin menambah bekal peserta dimana peserta bisa membandingkan langsung kondisi kebun yang dikelolanya dengan kondisi kebun saat kunjungan lapang yang telah menerapkan pengelolaan kebun terbaik (best management practices - BMP).
Program ini didukung penuh oleh BPDP dan Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Ditjenbun sebagai upaya berkelanjutan meningkatkan kesejahteraan pekebun rakyat. Melesat pekebun kelapa sawit Aceh Timur, jayalah sawitku. Aceh Timur “Garang Garang Garang”














